Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Balas Serangan Houthi, Saudi Gempur Kota Sanaa Yaman
potret Kota Sanaa, Yaman (pexels.com/Shaker Abdullah)
  • Arab Saudi menyerang fasilitas minyak di Sanaa, Saada, dan Damar yang disebut digunakan Houthi untuk kebutuhan perang, setelah serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.
  • Juru bicara militer Saudi menyatakan warga di sekitar target telah diperingatkan untuk mengamankan diri sebelum serangan, demi menghindari korban jiwa.
  • Houthi mengancam dan kemudian menyerang Riyadh serta Dammam; militer Saudi menyebut rudal-rudal tersebut berhasil dilumpuhkan beberapa jam setelah serangan balasan Saudi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Arab Saudi dikabarkan telah melakukan serangan ke Sanaa, Ibu Kota Yaman yang kini dikuasai oleh Houthi, pada Selasa (13/01/2026) kemarin. Serangan tersebut merupakan balasan karena Houthi telah menyerang Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu (10/10/2026) pekan lalu.

Berdasarkan laporan stasiun televisi milik Houthi, Al-Masirah, serangan Arab Saudi menyasar perusahaan minyak yang ada di wilayah Al-Sabaha, Sanaa bagian barat. Para saksi mendengar ledakan yang amat keras di sekitar area tersebut usai serangan terjadi. Dalam sebuah video yang dirilis Iran International, serangan tersebut juga menimbulkan kobaran api dan kepulan asap hitam yang cukup pekat.

1. Peringatan telah diberikan sebelum serangan dilakukan

Juru Bicara militer Arab Saudi, Turki Al-Maliki, mengatakan, perusahaan minyak yang diserang digunakan oleh Houthi untuk mendukung kebutuhan perang, baik dengan Arab Saudi atau dengan Yaman. Oleh karena itu, serangan diluncurkan ke perusahaan tersebut untuk menghancurkan kekuatan Houthi.

Al-Maliki melanjutkan, selain di Sanaa, Arab Saudi juga menyerang fasilitas minyak Houthi yang ada di Provinsi Saada dan Damar. Sebelum serangan diluncurkan, Al-Maliki mengatakan telah mengeluarkan peringatan untuk warga Yaman yang tinggal di sekitar area target untuk mengamankan diri. Langkah ini bertujuan untuk menghindari korban jiwa.

2. Houthi mengancam akan melanjutkan serangan ke Arab Saudi

Juru Bicara Houthi, Yahya Saree, sedang berpidato di atas mimbar. (commons.wikimedia.org/Wasfi Akab)

Serangan Arab Saudi di Sanaa, Sadaa, dan Damar tadi langsung direspons oleh Houthi.  Houthi mengatakan, jika serangan berlanjut, mereka juga akan melanjutkan serangan terhadap Arab Saudi. Milisi tersebut mengancam akan menyerang bandara di Riyadh dan fasilitas minyak milik Arab Saudi yang ada di Kota Dammam.

“Angkatan bersenjata Yaman mendesak seluruh warga untuk segera mengungsi dan menjauh dari target yang akan diserang pasukan kami jika musuh Arab Saudi menargetkannya,” tulis Juru Bicara Houthi, Yahya Saree, dalam sebuah unggahan di media sosial X.

3. Houthi dikabarkan menyerang Riyadh dan Dammam

potret Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh (pexels.com/Fahad Puthawala)

Ancaman tersebut ternyata benar-benar dilakukan Houthi. Dilansir BBC, Houthi menyerang Kota Riyadh dan Dammam beberapa jam usai Arab Saudi menyerang mereka. Namun, militer Arab Saudi mengatakan pihaknya berhasil melumpuhkan rudal-rudal yang ditembakkan oleh Houthi.

Aksi saling serang antara Arab Saudi dan Houthi ini membuat situasi di Kawasan Timur Tengah semakin memanas. Terlebih, Houthi saat ini juga sedang berperang dengan Yaman. Di sisi lain, konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon juga masih berlangsung.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article