Militer Yaman menambahkan, semua serangan dalam operasi Dawn of Yemen menyasar sejumlah fasilitas vital Houthi. Beberapa di antaranya, seperti pos pengawasan, pusat komando, pusat rantai pasok, gudang senjata, bala bantuan, dan pasukan militer Houthi di beberapa front. Mereka juga mengklaim berhasil menghancurkan 300 kendaraan militer Houthi dalam operasi militer tersebut.
Yaman Klaim Bunuh 1.370 Pasukan Houthi dalam Operasi Dawn of Yemen

- Militer Pemerintah Yaman mengklaim 1.370 pasukan Houthi tewas dalam 1.729 serangan operasi Dawn of Yemen, serta 300 kendaraan militer Houthi dihancurkan.
- Operasi yang diluncurkan 5 Oktober 2026 ini menargetkan fasilitas vital Houthi dan bertujuan merebut kota strategis, termasuk Sanaa, serta memulihkan institusi negara.
- Arab Saudi membantu Yaman dengan serangan 100 jet tempur; konflik Yaman-Houthi yang berlangsung sejak 2014 kembali meletus pada Juli setelah serangan ke Mocha.
Jakarta, IDN Times - Pasukan militer Pemerintah Yaman mengklaim berhasil membunuh 1.370 pasukan Houthi. Dalam pernyataannya pada Kamis (8/10/2026), militer Yaman mengatakan, jumlah tersebut merupakan akumulasi dari 1.729 serangan yang dilakukan ke Houthi dalam operasi militer bertajuk Dawn of Yemen.
1. Yaman meluncurkan operasi Dawn of Yemen ke Houthi

potret logo milisi Houthi Yaman (commons.wikimedia.org/hstoops) Dawn of Yemen sendiri merupakan operasi militer yang dilakukan Yaman untuk mengambil alih sejumlah kota strategis dari Houthi, termasuk Ibu Kota Sanaa. Operasi ini diluncurkan oleh Ketua Dewan Kepemimpinan Kepresidenan Yaman, Rashad Al-Alimi, pada Senin (5/10/2026).
Al-Alimi mengatakan, operasi Dawn of Yemen akan mengakhiri kontrol Houthi di sejumlah wilayah strategis yang ada di Yaman. Ia juga berharap operasi ini bisa memulihkan struktur institusi negara yang selama ini terpecah karena Houthi berupaya memisahkan diri dari Yaman.
2. Pasukan Yaman dibantu oleh Arab Saudi untuk memerangi Houthi

potret bendera Arab Saudi (pexels.com/aboodi vesakaran) Dalam melakukan operasi Dawn of Yemen, militer Yaman juga mendapatkan bantuan dari pasukan Arab Saudi. Sebab, Riyadh saat ini juga sedang berperang dengan milisi yang sudah masuk daftar organisasi teroris tersebut. Perang antara Houthi dan Arab Saudi meletus pada Juli lalu. Ketika itu, Houthi menyerang kapal Arab Saudi yang melanggar blokade di Selat Bab el-Mandeb.
Militer Arab Saudi menjelaskan, pihaknya sudah melakukan serangan menggunakan 100 jet tempur untuk membantu Yaman menggempur Houthi. Dilansir Anadolu Agency, serangan itu diluncurkan ke pasukan ke Houthi yang ada di sejumlah wilayah Yaman. Riyadh berkomitmen akan terus membantu Yaman untuk memerangi Houthi sampai milisi tersebut menyerah.
3. Konflik antara Yaman dan Houthi sudah meletus sejak 2014

ilustrasi perang saudara (unsplash.com/Duncan Kidd) Konflik antara Yaman dan Houthi sendiri sudah meletus sejak September 2014. Konflik ini dipicu protes Houthi kepada Pemerintah Yaman akibat harga minyak yang tinggi. Namun, protes tersebut tidak diindahkan sehingga Houthi melakukan pemberontakan dan merebut Ibu Kota Sanaa. Sejak saat itulah perang saudara di antara kedua pihak terjadi. Pada 2015, Arab Saudi mulai membantu Yaman memerangi Houthi.
Pada April 2022 lalu, Yaman dan Houthi sebetulnya sudah menyepakati gencatan senjata. Namun, perang Yaman dan Houthi kembali meletus pada Juli lalu. Kali ini, perang ini dipicu serangan Houthi ke Kota Mocha. Serangan itu bertujuan untuk mengambil alih kota tersebut dari tangan Yaman. Sejak saat itu, perang antara kedua pihak berlanjut hingga saat ini.























