Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Trump Buka Opsi Bantu Arab Saudi Perangi Houthi di Yaman

2 min read
Trump Buka Opsi Bantu Arab Saudi Perangi Houthi di Yaman
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (whitehouse.gov/Shealeah Craighead via commons.wikimedia.org/Shealeah Craighead)
  • Presiden AS Donald Trump membuka kemungkinan membantu Arab Saudi melawan Houthi di Yaman, setelah memantau serangan terbaru dan menjanjikan keputusan cepat.
  • Serangan Houthi ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menewaskan tiga orang, melukai tujuh lainnya, memicu kebakaran, serta merusak pesawat Saudi Airlines.
  • Serangan lanjutan memaksa penghentian sementara operasi bandara dan evakuasi. Konflik Houthi melawan Arab Saudi dan Yaman kian intens, sementara Yaman menjalankan operasi Dawn of Yemen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan AS kemungkinan akan ikut membantu Arab Saudi untuk memerangi Houthi di Yaman. Trump mengatakan, pihaknya saat ini sedang memantau perkembangan konflik antara Houthi dengan Arab Saudi dan akan mengeluarkan keputusan dalam waktu dekat.

"Mungkin. Kami akan segera mempertimbangkannya. Kami baru saja mengetahui tentang serangan baru-baru ini. Jadi, kami akan membuat keputusan. Kami akan bergerak sangat cepat. Kami akan memeriksanya," jelas Trump kepada awak media pada Sabtu (10/10/2026), seperti dilansir Jerusalem Post.

  1. 1. Houthi serang Bandara King Khalid di Arab Saudi

    Serangan yang menyebabkan kebakaran besar.
    ilustrasi serangan (pexels.com/Edu Raw)

    Pernyataan tadi disampaikan Trump untuk merespons serangan terbaru Houthi ke Bandara Internasional King Khalid yang terletak di Kota Riyadh, Arab Saudi. Serangan tersebut terjadi pada Kamis (8/10/2026) lalu.

    Dalam keterangannya pada Jumat (9/10/2026), otoritas Arab Saudi mengatakan, serangan tersebut menewaskan 3 orang dan melukai 7 lainnya. Selain itu, serangan tersebut juga menyebabkan kebakaran hebat dan merusak satu pesawat milik Arab Saudi Airlines yang sedang terparkir di bandara.

  2. 2. Arab Saudi menghentikan operasi di Bandara King Khalid

    Bandara Internasional King Khalid, Arab Saudi.
    potret Bandara Internasional King Khalid, Arab Saudi (panoramio.com/liton islam via commons.wikimedia.org/liton islam)

    Serangan Houthi ke Bandara King Khalid lantas berlanjut pada Sabtu. Ledakan keras terdengar di sekitar area bandara hingga memaksa semua orang yang ada di sana dievakuasi ke luar. Petugas pemadam kebakaran dan belasan ambulans langsung datang ke lokasi kejadian tidak lama setelah serangan terjadi

    Imbas serangan ini, otoritas penerbangan Arab Saudi terpaksa menghentikan semua operasi di Bandara King Khalid untuk sementara waktu. Langkah ini dilakukan untuk menghindari bahaya serangan lanjutan dari Houthi. Terlebih, serangan milisi yang sudah masuk daftar organisasi teroris itu juga telah memakan korban jiwa.

  3. 3. Perang antara Houthi dengan Arab Saudi dan Yaman makin intens

    Juru Bicara Houthi, Yahya Saree, sedang berpidato di atas mimbar.
    Juru Bicara Houthi, Yahya Saree, sedang berpidato di atas mimbar. (commons.wikimedia.org/Wasfi Akab)

    Dalam beberapa hari terakhir, perang antara Houthi dengan Arab Saudi dan Yaman semakin intens. Sebab, milisi tersebut semakin sering adu serangan dengan Riyadh dan Sanaa. Untuk melawan Houthi, Yaman juga telah meluncurkan operasi militer Dawn of Yemen pada 5 Oktober lalu.

    Perang antara Houthi dengan Arab Saudi dan Yaman ini juga semakin memperburuk situasi konflik di Timur Tengah. Sebab, konflik antara AS dan Iran serta perang antara Israel dan Hizbullah di Lebanon yang terjadi di kawasan tersebut saat ini juga masih berlangsung. Belum ada tanda-tanda kapan semua konflik tersebut akan berakhir.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More