Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham. (Number 10, OGL 3, via Wikimedia Commons)
Dalam wawancara dengan BBC Radio, Burnham mengatakan dirinya tidak ingin persoalan hubungan Inggris dengan UE dibiarkan tanpa arah. Ia ingin pemerintah menjelaskan ke mana Inggris akan bergerak dalam 10 tahun mendatang.
“ Kami bisa tetap seperti sekarang. Itu jelas merupakan salah satu pilihan, jika masyarakat menganggap ini adalah posisi yang tepat untuk dipertahankan,” ujar Burnham, Rabu (30/9/2026).
Namun, ia mengatakan ada sejumlah opsi lain yang dapat dipertimbangkan. Salah satunya adalah gagasan mantan Menteri Keuangan George Osborne mengenai hubungan melalui customs union atau serikat pabean.
Opsi lainnya adalah single market atau pasar tunggal, seperti yang diusulkan Partai Liberal Demokrat. Burnham kemudian menyebut kemungkinan yang lebih jauh dengan istilah “all the way”, yang dalam konteks pertanyaan mengenai hubungan dengan UE mencakup kemungkinan kembali menjadi anggota blok tersebut.
“ Kami bisa melihat apa yang dikatakan George Osborne mengenai customs union, kami bisa melihat apa yang dikatakan Liberal Demokrat dalam konferensi mereka mengenai single market, atau kami bisa pergi sejauh itu,” katanya.
“Jadi jelas ada pilihan-pilihan yang perlu dipertimbangkan, dan kami harus melihat apa yang bisa dilakukan serta apa kelebihan dan kekurangan dari masing-masing pilihan,” lanjut Burnham.
Ia juga mengakui dirinya pernah mendukung gagasan Inggris kembali bergabung dengan UE dalam masa hidupnya. Namun, Burnham menegaskan kondisi tersebut belum tentu menjadi posisi yang berlaku saat ini.
Pernyataan terbaru Burnham menandai perubahan nada dibandingkan posisi Partai Buruh dalam Pemilu 2024. Dalam manifesto pemilu tersebut, Labour berjanji akan membuat Brexit berhasil, sekaligus menutup kemungkinan Inggris kembali bergabung dengan customs union atau single market.
Mantan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer sebelumnya memilih pendekatan yang lebih terbatas dalam memperbaiki hubungan dengan UE. Pemerintahnya mendorong sejumlah bentuk kerja sama, termasuk penyelarasan standar pangan dengan UE, kesepakatan visa bagi anak muda, serta menghubungkan kembali industri Inggris dengan sistem perdagangan karbon UE.
Pertemuan tingkat tinggi Inggris-UE yang semula dijadwalkan pada musim panas kemudian ditunda hingga akhir tahun setelah pergantian perdana menteri. Burnham mengatakan pertemuan tersebut akan menjadi kesempatan untuk membahas pilihan hubungan jangka panjang Inggris dengan Eropa.
Ia juga berencana mempublikasikan rencana 10 tahun untuk mengubah perekonomian Inggris dalam momentum tersebut.
Dalam pidatonya pada konferensi Partai Buruh, Burnham mengatakan dirinya tidak menganggap hubungan Inggris dengan UE saat ini sudah cukup baik. Ia juga mengaitkan Brexit dengan persoalan kontrol terhadap imigrasi dan perekonomian.
Burnham mengatakan ingin menggunakan pertemuan yang dijadwalkan ulang itu untuk memaparkan “berbagai opsi” hubungan Inggris dengan Eropa. Ia juga berjanji mencari konsensus mengenai pilihan yang nantinya dapat memperjelas posisi Inggris.
Namun, belum ada rincian mengenai bentuk konsensus yang dimaksud maupun apakah salah satu opsi tersebut akan menjadi kebijakan resmi pemerintah.