Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Inggris Mau Buka Pemukiman Baru untuk Pengungsi Palestina-Afghanistan

3 min read
Inggris Mau Buka Pemukiman Baru untuk Pengungsi Palestina-Afghanistan
potret Menteri Perumahan Inggris, Shabana Mahmood (commons.wikimedia.org/Lauren Hurley)
  • Pemerintah Inggris akan membuka program pemukiman permanen baru yang memprioritaskan pengungsi Palestina dan Afghanistan dari wilayah konflik.
  • Menteri Perumahan Shabana Mahmood menyebut program ini sebagai kewajiban internasional Inggris, sambil menekankan proses harus dibatasi dan masyarakat siap menyambut pendatang.
  • Program pemukiman pengungsi sebelumnya dihentikan selama dua tahun akibat kritik parlemen; kebijakan baru juga berpotensi ditentang kelompok sayap kanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Inggris akan membuka program pemukiman baru yang akan diprioritaskan untuk para pengungsi dari Palestina dan Afghanistan. Program ini disampaikan oleh Menteri Perumahan Inggris, Shabana Mahmood, kepada The Guardian pada Minggu (27/9/2026).   

Shabana menjelaskan, program ini merupakan komitmen Inggris untuk membantu pengungsi yang datang dari negara penuh konflik, seperti Palestina dan Afghanistan. Nantinya, program ini akan mempermudah para pengungsi dari kedua negara tersebut untuk memperoleh hak pemukiman permanen di Negeri Ratu Elizabeth. 

  1. 1. Jumlah pengungsi yang menerima pemukiman baru diharapkan meningkat

    Para pengungsi.
    potret para pengungsi (pexels.com/Ahmed akacha)

    Dengan adanya program ini, jumlah pengungsi di Inggris yang menerima hak pemukiman baru diharapkan bisa meningkat. Sebab, sebelumnya, jumlah pengungsi di Inggris yang diizinkan untuk memperoleh pemukiman dikabarkan sangat sedikit, terutama untuk pengungsi yang mencari suaka.

    Namun, program ini berpotensi menuai banyak kritik dari anggota parlemen Inggris dari partai sayap kanan. Sebab, program ini berpotensi membuat Inggris jadi banjir pengungsi. Mereka dikhawatirkan bakal semakin bergantung ke London karena sudah tidak punya harapan lagi di negara tempat tinggalnya.

    Selain itu, program ini juga dikhawatirkan akan membuat banyak pengungsi tidak bertanggung jawab datang ke Inggris. Sebab, beberapa waktu lalu, ada mantan anggota Hamas yang mendapatkan suaka di Inggris yang ditangkap karena diduga melakukan aksi terorisme.

  2. 2. Shabana ingin warga Inggris menerima para pengungsi dengan baik

    Kamp pengungsian warga Palestina di Gaza.
    potret kamp pengungsian warga Palestina di Gaza (pexels.com/Hosny salah)

    Namun, Shabana sebagai orang yang bertanggung jawab penuh atas program ini tidak mau ambil pusing soal kritik tersebut. Shabana mengatakan, program pemukiman untuk pengungsi Palestina dan Afganistan sudah menjadi kewajiban internasional Inggris.

    Oleh karena itu, ia meminta semua warga di Inggris untuk menerima para pengungsi dengan baik. Sebab, mereka semua adalah orang yang membutuhkan bantuan karena negaranya penuh dengan konflik yang tidak berujung. 

    “Saya tahu rakyat Inggris belum menyerah pada keyakinan mereka bahwa kita harus berbelas kasih, memenuhi kewajiban internasional kita, dan menyelamatkan nyawa mereka yang melarikan diri dari perang dan penganiayaan. Namun, saya juga tahu proses ini harus dibatasi dan dikendalikan. Masyarakat harus siap dan mampu menyambut mereka yang datang ke sini,” jelas Shabana, seperti dilansir The Guardian.

  3. 3. Program pemukiman untuk pengungsi sudah dihentikan selama dua tahun

    Wilayah pengungsian.
    potret wilayah pengungsian (pexels.com/Ahmed akacha)

    Program pemukiman untuk pengungsi ini sebetulnya sudah pernah dilaksanakan oleh Inggris. Sayangnya, program ini dihentikan selama dua tahun terakhir. Sebab, program ini menuai banyak kritik dari sejumlah anggota parlemen Inggris. 

    “Inilah yang dapat kita lakukan dan siapa kita sebenarnya saat kita memulihkan kendali atas perbatasan kita, menindak tegas penyeberangan perahu kecil, dan membuka potensi kemurahan hati yang melekat di negara ini,” tutup Shabana dalam pernyataannya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More