Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bom Meledak di Manila Filipina Jelang Pidato Presiden Marcos
Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr. (Rey Baniquet for Presidential Communications Operations Office, Public domain, via Wikimedia Commons)
  • Bom rakitan meledak dekat Kementerian Kehakiman Manila dan benda diduga bom ditemukan dekat Gedung Senat beberapa jam sebelum pidato kenegaraan Presiden Ferdinand Marcos Jr.; tidak ada korban jiwa.
  • Polisi menyelidiki kemungkinan keterkaitan kedua insiden, sementara lebih dari 23 ribu personel dikerahkan untuk mengamankan pidato Marcos serta mengantisipasi demonstrasi.
  • Pidato Marcos berlangsung di tengah sidang pemakzulan Wakil Presiden Sara Duterte dan skandal korupsi proyek pengendalian banjir yang menyeret anggota parlemen, pejabat, serta memicu kemarahan publik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times Sebuah bom rakitan meledak di dekat pintu masuk Kementerian Kehakiman Filipina di Manila pada Senin (27/7/2026) dini hari. Beberapa saat kemudian, aparat juga menemukan sebuah benda yang diduga bom di dekat Gedung Senat Filipina di Pasay, hanya beberapa jam sebelum Presiden Ferdinand Marcos Jr. menyampaikan pidato kenegaraan tahunannya.

Kepala Kepolisian Nasional Filipina, Jose Melencio Nartatez Jr., mengatakan bahwa terdapat kemungkinan besar kedua insiden tersebut saling berkaitan. Kementerian Kehakiman telah memastikan bahwa tidak ada korban jiwa akibat ledakan tersebut, dikutip dari The Straits Times.

Insiden itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan politik di Filipina. Wakil Presiden Sara Duterte sedang menghadapi sidang pemakzulan, sementara pemerintahan Marcos juga berada di bawah tekanan akibat skandal korupsi proyek pengendalian banjir.

1. Polisi selidiki ledakan dan bom yang ditemukan di dekat Senat

ilustrasi bom (unsplash.com/Sven Verweij)

Dilaporkan oleh Anadolu, Unit Penjinak Bahan Peledak Kepolisian Nasional Filipina telah diterjunkan ke lokasi ledakan untuk melakukan pemeriksaan teknis dan mengumpulkan barang bukti. Kementerian Kehakiman menyatakan penyelidikan masih berlangsung guna mengetahui sumber, jenis, dan kronologi ledakan.

Juru bicara Kepolisian Manila, Philipp Ines, mengatakan aparat belum dapat memastikan kekuatan ledakan yang terjadi pada Senin pagi tersebut. Rekaman yang beredar di media Filipina memperlihatkan kaca depan sebuah kendaraan retak akibat ledakan, serta serpihan kecil yang berserakan di sekitar lokasi.

Sementara itu, bom kedua ditemukan sekitar pukul 08.30 waktu setempat oleh seorang pengemudi truk derek di jalan yang berbatasan langsung dengan Gedung Senat. Polisi mengatakan perangkat tersebut belum dirakit sepenuhnya dan diduga hanya dimaksudkan untuk menebar teror atau ketakutan.

2. Lebih dari 23 ribu polisi dikerahkan untuk mengamankan pidato Marcos

ilustrasi polisi (unsplash.com/King's Church International)

Pemerintah Filipina mengerahkan lebih dari 23 ribu personel kepolisian untuk mengamankan kompleks DPR di Quezon City, lokasi penyampaian pidato tahunan presiden. Sejumlah ruas jalan menuju Istana Malacañang di Manila juga ditutup menggunakan kawat berduri dan dijaga ketat oleh polisi antihuru-hara guna mengantisipasi aksi demonstrasi.

Dalam pidato kenegaraan kelimanya, Marcos diperkirakan akan mengumumkan berbagai program baru untuk mengurangi dampak konflik yang kembali memanas di Timur Tengah. Pada Maret lalu, Marcos menetapkan status darurat energi nasional selama satu tahun untuk menjamin pasokan bahan bakar, pangan, dan produk pertanian tetap tersedia serta mencegah aksi penimbunan.

Selain itu, Marcos diperkirakan akan mengumumkan peninjauan kembali rencana pengembangan energi nuklir di Filipina. Pemerintah juga berencana melakukan uji coba peluncuran roket pertama pada tahun depan di Provinsi Cagayan yang bekerja sama dengan perusahaan dirgantara asal Korsel.

3. Skandal korupsi proyek banjir masih membayangi pemerintahan Marcos

bendera Filipina (pexels.com/Emmanuel Nicolas Jr.)

Pidato Marcos tahun ini juga dibayangi skandal korupsi proyek pengendalian banjir yang mencuat sejak tahun lalu. Dalam pidato kenegaraan sebelumnya, Marcos mengecam praktik korupsi yang meluas setelah Filipina dilanda banjir dan longsor yang menewaskan puluhan orang serta memaksa lebih dari 200 ribu orang mengungsi.

Penyelidikan pemerintah dan parlemen kemudian menyeret puluhan anggota DPR dan Senat, serta sejumlah pejabat dan insinyur Kementerian Pekerjaan Umum yang diduga menerima suap dari proyek-proyek tersebut. Gaya hidup mewah para tersangka, mulai dari kepemilikan jet pribadi hingga mobil-mobil mewah asal Eropa, telah memicu kemarahan publik dan gelombang demonstrasi.

Mengutip ABC News, seorang anggota dan mantan anggota Senat yang beranggotakan 24 orang telah didakwa dan ditahan karena korupsi skala besar terkait dengan proyek tersebut. Namun demikian, seorang tersangka utama dan mantan anggota DPR telah melarikan diri ke Eropa.

Publik terus mendesak agar aparat segera memproses tokoh-tokoh politik yang lebih berpengaruh, termasuk mantan Ketua DPR Martin Romualdez, sepupu sekaligus sekutu dekat Marcos, yang hingga kini belum didakwa dan membantah melakukan pelanggaran. Marcos sebelumnya menegaskan bahwa siapa pun yang terbukti bersalah, termasuk sekutunya sendiri, akan diproses sesuai hukum.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article