Jakarta, IDN Times – Sebuah bom rakitan meledak di dekat pintu masuk Kementerian Kehakiman Filipina di Manila pada Senin (27/7/2026) dini hari. Beberapa saat kemudian, aparat juga menemukan sebuah benda yang diduga bom di dekat Gedung Senat Filipina di Pasay, hanya beberapa jam sebelum Presiden Ferdinand Marcos Jr. menyampaikan pidato kenegaraan tahunannya.
Kepala Kepolisian Nasional Filipina, Jose Melencio Nartatez Jr., mengatakan bahwa terdapat kemungkinan besar kedua insiden tersebut saling berkaitan. Kementerian Kehakiman telah memastikan bahwa tidak ada korban jiwa akibat ledakan tersebut, dikutip dari The Straits Times.
Insiden itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan politik di Filipina. Wakil Presiden Sara Duterte sedang menghadapi sidang pemakzulan, sementara pemerintahan Marcos juga berada di bawah tekanan akibat skandal korupsi proyek pengendalian banjir.
