Kerusakan di Kota Gaza akibat serangan udara Israel pada 9 Oktober 2023. (commons.wikimedia.org/WAFA via APAimages)
Pejabat BoP melaporkan kemajuan terbatas dalam rencana pembangunan kompleks yang didukung Uni Emirat Arab (UEA) untuk warga Palestina yang mengungsi di wilayah Gaza yang dikuasai Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Israel mengizinkan pekerjaan infrastruktur tertentu untuk proyek UEA tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa rekonstruksi Gaza secara umum tidak akan diizinkan sebelum Hamas dilucuti senjatanya dan wilayah itu didemiliterisasi.
Sementara itu, Channel 13 melaporkan pada Senin (19/10/2026) bahwa Netanyahu baru-baru ini berjanji kepada pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk mengizinkan rekonstruksi terbatas di sejumlah wilayah Gaza yang dikuasai Israel sebelum Hamas dilucuti senjatanya. Kantor Netanyahu membantah laporan itu dan menyebutnya sebagai hoaks.
Pejabat BoP juga menyebut sejumlah inisiatif masih tertunda lantaran menunggu persetujuan Israel. Salah satunya ialah pembangunan pangkalan ISF di dekat Garis Kuning yang direncanakan menampung sekitar 150 personel. Proyek air, saluran pembuangan, dan sanitasi juga belum berjalan sesuai harapan kendati Israel secara prinsip "mendukungnya".