Jakarta, IDN Times - Juru bicara presiden Burundi, Nancy Ninette Mutoni, mengatakan bahwa Burundi telah sepakat untuk menerima migran yang dideportasi oleh Amerika Serikat (AS) meskipun tidak memiliki kaitan dengan negara tersebut. Namun, Mutoni menegaskan bahwa pihaknya hanya akan menerima migran yang tidak memiliki jejak tindak pidana atau terorisme.
Mutoni tidak menyebutkan kapan para migran yang dideportasi itu akan tiba atau berapa banyak orang yang disepakati untuk diterima oleh Burundi. Dia mengatakan bahwa langkah tersebut bertujuan mempererat hubungan diplomatik sekaligus memberikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan, dikutip dari ABC News.
Sejak Donald Trump kembali berkuasa pada 2025, pemerintah AS telah menawarkan jutaan dolar kepada pemerintah negara lain untuk menampung para migran yang tidak memiliki ikatan dengan negara-negara tersebut. Kesepakatan itu telah dicapai dengan 35 negara, di mana hampir sepertiganya berada di benua Afrika.
