Jakarta, IDN Times - Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 akhirnya tiba di Tanah Air pada Minggu (24/5/2026). Pembebasan mereka dari penahanan Israel melalui proses diplomasi yang intens dan melibatkan sejumlah negara sahabat Indonesia.
Pada Jumat (21/5/2026), sembilan WNI yang terdiri dari aktivis Gaza hingga jurnalis ini tiba di Istanbul, Turki. Mereka berhasil bebas dari penahanan otoritas Israel yang menyergap kapal mereka di perairan internasional dekat Siprus. Di balik kepulangan itu, ada rangkaian diplomasi intensif yang berlangsung hampir tanpa henti selama 2x24 jam.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, mengungkap secara rinci bagaimana proses itu berjalan. Bermula dari telepon langsung Menteri Luar Negeri RI Sugiono pada malam 19 Mei, hingga konfirmasi boarding tiga pesawat Turkish Airlines yang membawa pulang 422 aktivis dari 44 negara. Ia menyebut upaya ini sebagai hasil koordinasi terkoordinasi seluruh pihak yang terlibat, lintas kementerian dan lintas negara.
Menurut Rizal, Menlu RI secara khusus menghubunginya untuk membuka jalur komunikasi dengan otoritas Turki, sebuah pilihan yang bukan tanpa alasan. Turki dinilai memiliki posisi yang paling strategis di antara negara-negara yang dilibatkan, mengingat kapal flotilla bertolak dari perairan Marmaris, Turki, dan sebagian besar peserta merupakan warga negara Turki.
Selain Turki, koordinasi serupa juga dilakukan melalui jalur Yordania dan Mesir, dua negara yang berbatasan langsung dengan Israel dan memiliki hubungan diplomatik yang memungkinkan komunikasi lebih langsung dengan pihak Tel Aviv. Indonesia sendiri tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, sehingga pendekatan melalui negara ketiga menjadi satu-satunya jalan yang tersedia.
Rizal menggambarkan proses ini sebagai sesuatu yang ia catat hampir menit per menit. “Saya bisa sampaikan 2x24 jam itu betul-betul, bahkan saya punya kronologi waktunya, minute by minute,bagaimana kita terus koordinasi dengan otoritas Turki untuk memastikan bahwasannya semua aktivis, 422 aktivis yang masuk dalam Global Sumud Flotilla 2.0 ini, termasuk di antaranya 9 WNI kita, bisa dibebaskan dan bisa dibawa ke Istanbul,” ujarnya dalam program Ambassador’s Talk IDN Times, Selasa (2/6/2026).
