ilustrasi satelit luar angkasa (pexels.com/SpaceX)
Delapan satelit komputasi yang diluncurkan merupakan tahap pertama dari kelompok kedua dalam program Star Compute rancangan ADA Space. Wahana-wahana ini dirancang beroperasi pada orbit fajar-senja (dawn-dusk orbit) dengan membawa muatan komputasi berkinerja tinggi, peralatan komunikasi laser, instrumen observasi bumi, dan kamera cahaya rendah. Rangkaian satelit tersebut ditugaskan menguji pelatihan model fondasi AI secara langsung di orbit serta jaringan komunikasi laser antarsatelit.
Berbeda dari satelit konvensional yang mengirim data mentah ke bumi untuk diproses, satelit komputasi dirancang melakukan kalkulasi rumit secara langsung di orbit. Dilansir Global Times, kemampuan ini berpotensi mengurangi ketergantungan pada pusat data di bumi dan mempercepat pemrosesan data antariksa. Wahana ini juga menguji sistem pendingin cair kelas 10 kilowatt atau 10.000 watt serta struktur panel radiator besar yang dapat dibentangkan.
Teknologi pendingin tersebut diperlukan untuk menangani panas substansial yang dihasilkan perangkat komputasi di ruang hampa udara. Berbeda dengan pusat data terestrial yang memanfaatkan sirkulasi udara, fasilitas komputasi di orbit harus mengandalkan radiasi termal untuk melepas panas berlebih ke ruang angkasa. Pengujian di orbit ini akan menjadi tolok ukur kesiapan teknis sebelum jaringan komputasi skala besar diterapkan secara praktis.