Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
China Luncurkan 10 Satelit, Uji Komputasi AI dan Laser di Orbit
ilustrasi bendera China (pexels.com/Hao Liang)
  • China meluncurkan 10 satelit dengan roket Zhuque-2E Y4 dari Dongfeng; seluruh wahana berhasil ditempatkan pada orbit yang ditentukan.
  • Delapan satelit ADA Space menguji komputasi AI, pelatihan model fondasi, komunikasi laser, dan pendingin cair di orbit untuk memproses data langsung di antariksa.
  • Dua satelit Lanta Intelligent menguji komunikasi laser, sementara LandSpace mencatat penerbangan Zhuque-2 ke-10 dan ADA Space menargetkan konstelasi 2.800 satelit rampung pada 2035.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - China berhasil meluncurkan sepuluh satelit ke luar angkasa menggunakan roket pembawa komersial Zhuque-2E Y4 pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 19.40 waktu setempat. Misi antariksa tersebut lepas landas dari zona percontohan inovasi ruang angkasa komersial Dongfeng di wilayah barat laut China.

Dilansir Anadolu Agency, seluruh wahana berhasil ditempatkan ke orbit yang ditentukan. Peluncuran ini mengangkut delapan satelit komputasi kecerdasan buatan (AI) milik ADA Space serta dua satelit komunikasi laser eksperimental buatan Lanta Intelligent.

1. Delapan satelit komputasi uji model fondasi dan pendingin cair

ilustrasi satelit luar angkasa (pexels.com/SpaceX)

Delapan satelit komputasi yang diluncurkan merupakan tahap pertama dari kelompok kedua dalam program Star Compute rancangan ADA Space. Wahana-wahana ini dirancang beroperasi pada orbit fajar-senja (dawn-dusk orbit) dengan membawa muatan komputasi berkinerja tinggi, peralatan komunikasi laser, instrumen observasi bumi, dan kamera cahaya rendah. Rangkaian satelit tersebut ditugaskan menguji pelatihan model fondasi AI secara langsung di orbit serta jaringan komunikasi laser antarsatelit.

Berbeda dari satelit konvensional yang mengirim data mentah ke bumi untuk diproses, satelit komputasi dirancang melakukan kalkulasi rumit secara langsung di orbit. Dilansir Global Times, kemampuan ini berpotensi mengurangi ketergantungan pada pusat data di bumi dan mempercepat pemrosesan data antariksa. Wahana ini juga menguji sistem pendingin cair kelas 10 kilowatt atau 10.000 watt serta struktur panel radiator besar yang dapat dibentangkan.

Teknologi pendingin tersebut diperlukan untuk menangani panas substansial yang dihasilkan perangkat komputasi di ruang hampa udara. Berbeda dengan pusat data terestrial yang memanfaatkan sirkulasi udara, fasilitas komputasi di orbit harus mengandalkan radiasi termal untuk melepas panas berlebih ke ruang angkasa. Pengujian di orbit ini akan menjadi tolok ukur kesiapan teknis sebelum jaringan komputasi skala besar diterapkan secara praktis.

2. Dua satelit laser Lanta Intelligent dan target konstelasi 2035

ilustrasi satelit luar angkasa (unsplash.com/Kevin Stadnyk)

Selain delapan satelit komputasi, peluncuran ini turut membawa dua satelit komunikasi laser eksperimental yang dikembangkan oleh Lanta Intelligent. Kedua satelit tersebut bertugas menguji transmisi data laser berkecepatan tinggi, pemrosesan terintegrasi di dalam wahana, serta sistem tenaga surya canggih. Sebelumnya, Lanta Intelligent telah meluncurkan dua satelit eksperimental pada November 2024 untuk demonstrasi komunikasi laser dan teknologi susunan panel surya fleksibel.

Misi satelit komputasi ADA Space sendiri merupakan bagian dari rencana pembangunan konstelasi 2.800 satelit, yang mencakup 2.400 satelit inferensi AI dan 400 satelit pelatihan AI. Program ini meluncurkan kelompok pertama berisi 12 satelit pada Mei 2025, disusul penggelaran model bahasa besar Qwen3 milik Alibaba di orbit komputasinya. ADA Space menargetkan jaringan sekitar 1.000 satelit dapat beroperasi komersial menjelang 2030, sementara seluruh konstelasi ditargetkan rampung pada 2035.

3. Penerbangan ke-10 roket Zhuque-2 dan efisiensi LandSpace

ilustrasi peluncuran roket (pexels.com/Pixabay)

Misi antariksa ini menandai penerbangan ke-10 bagi roket seri Zhuque-2 yang dikembangkan perusahaan kedirgantaraan komersial LandSpace. Peluncuran tersebut terlaksana berselang 29 hari setelah misi peluncuran roket Zhuque-2E sebelumnya. Jarak waktu peluncuran ini mencerminkan langkah peningkatan frekuensi misi dalam sektor luar angkasa komersial di China.

Juru bicara LandSpace, Ma Haijing, menyampaikan kepada Global Times bahwa perusahaannya telah menerapkan persiapan misi secara paralel dan jadwal produksi yang terkoordinasi. LandSpace juga memakai prosedur peluncuran terstandarisasi demi mendongkrak efisiensi tanpa mengorbankan kendali mutu. Kemampuan meluncurkan banyak satelit secara efisien dinilai semakin penting seiring langkah China mempercepat pembangunan internet satelit dan infrastruktur AI berbasis orbit.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article