Jakarta, IDN Times - Pemerintah China menolak ajakan bergabung dalam negosiasi perlucutan senjata nuklir setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim sedang berkonsultasi dengan Beijing dan Moskow. Seperti dilaporkan Anadolu Agency pada Jumat (16/10/2026), pihak Beijing menilai permintaan dari Washington tersebut tidak adil dan tidak wajar. Media pemerintah Global Times turut mengutip pernyataan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning yang menegaskan adanya ketimpangan skala kekuatan senjata antarnegara.
Ning menegaskan bahwa pasukan nuklir negaranya berada pada skala yang sama sekali berbeda dari AS dan Rusia. Ia menjelaskan bahwa Beijing sudah berulang kali menyampaikan posisi resminya terkait isu ini. Menurutnya, AS sebagai pemilik persenjataan nuklir yang masif memiliki tanggung jawab khusus dan utama untuk memimpin perlucutan senjata sesuai konsensus internasional.
