Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Jatuh Dekat Perbatasan China

Pengebom strategis Tu-95 Rusia jatuh saat latihan di wilayah Amur dekat perbatasan China, tak lama setelah lepas landas dari Pangkalan Udara Ukrainka.
Enam awak tewas dan satu orang terluka; pilot mengarahkan pesawat ke area tak berpenghuni dekat Krasnoyarovo, sehingga tidak ada korban atau kerusakan di darat.
Rusia menyelidiki dugaan masalah teknis pada Tu-95 yang terbang tanpa amunisi; insiden ini menambah daftar kecelakaan pesawat militer Rusia sepanjang 2026.
Jakarta, IDN Times - Pesawat pengebom Tu-95 milik militer Rusia jatuh di wilayah Amur pada Selasa (29/9/2026). Kecelakaan di kawasan timur jauh Rusia dekat perbatasan China ini menewaskan enam awak di dalamnya.
Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi bahwa pesawat jatuh di area terbuka tak berpenghuni saat menjalani latihan terbang. Pihak militer juga memastikan bomber jarak jauh tersebut terbang tanpa membawa amunisi maupun senjata.
1. Kronologi jatuhnya pengebom Tu-95 di wilayah Amur

Tiga pesawat pengebom strategis Tupolev Tu-95MS terbang dalam formasi di atas langit Moskwa saat Parade Hari Kemenangan 2020. (The Presidential Press and Information Office / kremlin.ru, CC BY 4.0) Pesawat tersebut jatuh tidak lama setelah lepas landas dari Pangkalan Udara Ukrainka di Distrik Seryshevo. Titik jatuh pesawat berada di area tak berpenghuni dekat desa Krasnoyarovo, tepatnya di tepi Sungai Zeya.
"Para pilot melakukan segala upaya untuk mengarahkan pesawat menjauh dari permukiman warga," kata pemerintah daerah Amur, dilansir The Independent.
Langkah pilot tersebut berhasil mencegah timbulnya korban jiwa dan kerusakan bangunan di darat. Sejumlah video amatir di media sosial memperlihatkan kepulan asap tebal dan kobaran api membubung dari bangkai pesawat yang terbakar.
2. Militer Rusia buka penyelidikan penyebab jatuhnya pesawat

Ilustrasi Bendera Rusia. (pixabay.com/IGORN) Aparat berwenang Rusia langsung membuka penyelidikan kasus pidana terkait kecelakaan tersebut. Di saat bersamaan, komisi investigasi dari Pasukan Dirgantara Rusia diterbangkan ke lokasi untuk memeriksa puing-puing pesawat.
"Berdasarkan data awal, enam awak tewas, sementara satu orang terluka dan dievakuasi ke fasilitas medis," kata Kementerian Pertahanan Rusia, dilansir Euronews.
Penilaian awal menduga pesawat pengebom jarak jauh tersebut jatuh akibat masalah teknis. Komisi militer kini berupaya untuk mengungkap secara menyeluruh seluruh keadaan yang memicu tragedi tersebut.
3. Profil Tu-95 dan rentetan kecelakaan pesawat Rusia
Tupolev Tu-95 merupakan bomber strategis bermesin empat turboprop rancangan Uni Soviet yang terbang perdana pada 1952. Beroperasi sejak 1956, pesawat berkemampuan nuklir ini menjadi satu-satunya pengebom turboprop strategis yang masih aktif digunakan di dunia.
Militer Rusia rutin mengerahkan Tu-95 untuk meluncurkan rudal jelajah konvensional ke wilayah Ukraina. Pangkalan Ukrainka di Amur menjadi lokasi penampungan pesawat ini setelah sejumlah pangkalan di barat Rusia diserang drone Ukraina dalam Operasi Spiderweb pada Juni 2025.
Tragedi di Amur ini menambah panjang daftar kecelakaan penerbangan militer Rusia sepanjang 2026. Pada Juni lalu, pesawat pengebom Tu-22M3 jatuh saat latihan di Irkutsk, sementara pesawat angkut militer An-26 menabrak tebing di Krimea pada 31 Maret dan menewaskan 29 orang.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















