Comscore Tracker

Muncul Cluster Baru, Sydney Terapkan Pembatasan Baru

Pejabat setempat khawatir dengan adanya varian Delta

Sydney, IDN Times - Wilayah Sydney, Australia menghadapi wabah COVID-19 yang semakin mengkhawatirkan dengan menetapkan pembatasan baru pada hari Rabu, 23 Juni 2021, waktu setempat. Varian Delta membuat para pejabat setempat merasakan kekhawatiran karena dapat menular dengan mudah. Bagaimana situasi di sana saat ini?

1. Cluster ini menandai kenaikan kasus terbesar sejak Desember 2020 lalu 

Muncul Cluster Baru, Sydney Terapkan Pembatasan BaruSuasana di sekitar wilayah Sydney, Australia. (Pixabay.com/pattyjansen)

Dilansir dari BBC, pembatasan baru akan diberlakukan di seluruh Sydney ketika wilayah tersebut bergulat dengan wabah COVID-19 yang bertumbuh dengan cepat. Pihak berwenang melaporkan adanya 16 kasus baru pada hari Rabu, 23 Juni 2021, waktu setempat, yang menjadikan cluster di sana menjadi 37 kasus. Sebanyak 5,3 juta warga Sydney harus memakai masker di dalam ruangan dan banyak yang akan dilarang bepergian ke luar kota.

Para pejabat setempat khawatir mengenai adanya varian Delta yang sangat menular. Cluster ini menandai kenaikan jumlah kasus terbesar di Sydney sejak Desember 2020 lalu dan hampir sepanjang tahun, warga setempat hampir tidak menikmati pembatasan dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi peningkatan kasus yang tajam dalam seminggu terakhir ini telah mendorong pihak berwenang untuk menerapkan kembali aturan protokol kesehatan.

Di hari yang sama, setiap rumah akan dibatasi maksimal 5 tamu. Pembatasan juga akan diberlakukan di tempat makan, gym, arena olahraga, dan area pertemuan lainnya. Orang yang tinggal atau bekerja di Sydney bagian tengah dan timur akan dilarang bepergian ke luar kota.

2. Wabah COVID-19 ternyata juga menimbulkan kekhawatiran di Selandia Baru 

Muncul Cluster Baru, Sydney Terapkan Pembatasan BaruSuasana di sekitar wilayah Wellington, Selandia Baru. (Pixabay.com/12019)

Menteri Kesehatan New South Wales, Brad Hazzard, mengatakan resiko virus telah
meningkat menjadi bahaya yang sangat nyata dan saat ini tepat di seluruh Sydney. Kelompok kasus awalnya berpusat di sekitar pusat perbelanjaan di Bondi, pinggiran pantai yang populer dan tujuan wisata terkenal di timur kota. Pada hari Rabu, 23 Juni 2021, waktu setempat, pihak berwenang melaporkan bahwa kasus juga telah terdeteksi di bagian lain Sydney.

Wabah itu juga menimbulkan kekhawatiran di Selandia Baru, setelah orang yang terinfeksi melakukan perjalanan dari Sydney ke Wellington. Pihak berwenang Selandia Baru memperkenalkan sejumlah aturan pembatasan di hari yang sama, sementara banyaknya perjalanan yang memungkinkan orang untuk terbang antar kedua negara ditutup untuk penumpang dari Sydney.

Belum lama ini, otoritas Selandia Baru juga memperketat pembatasan COVID-19 di Wellington, Selandia Baru setelah seorang pria asal Sydney, Australia berkunjung selama akhir pekan dinyatakan positif ketika dia pulang ke rumah. Virus ini sendiri telah berulang kali lolos dari beberapa hotel Australia yang digunakan untuk mengkarantina para turis yang kembali serta para ahli kesehatan mengatakan wabah itu akan berlanjut sampai sebagian besar warga Australia menjalani vaksinasi.

Baca Juga: Sydney Memecahkan Rekor Terpanas yang Pernah Tercatat

3. Jika kasus terus meningkat, tak menutup kemungkinan Sydney akan berlakukan lockdown 

Muncul Cluster Baru, Sydney Terapkan Pembatasan BaruPerdana Menteri Negara Bagian New South Wales, Gladys Berejiklian (baju merah). (Instagram.com/gladysb)

Ada spekulasi publik bahwa Sydney dapat memasuki lockdown jika jumlah kasus baru semakin meningkat. Tidak seperti ibu kota negara bagian lainnya, wilayah ini cenderung tidak melakukan lockdown cepat setelah wabah di masyarakat. Wilayah Melbourne pada pekan lalu keluar dari aturan lockdown selama 2 minggu.

Pemerintah Negara Bagian New South Wales malah mengandalkan pelacakan kontak yang cepat serta lockdown yang lebih terlokalisasi. Perdana Menteri New South Wales, Gladys Berejiklian, tidak mengesampingkan lockdown dalam waktu ke depan tetapi ia juga mengatakan pihaknya tidak akan membebani warganya kecuali benar-benar harus melakukannya. Dia juga menambahkan bahwa pihak berwenang tahu pada dasarnya di mana virus itu berada dan ini dapat diatasi jika warga mengendalikan perilaku mereka sendiri dan mengikuti aturan baru.

Baca Juga: Lonjakan Infeksi Terjadi, Sydney Lakukan Isolasi

Christ Bastian Waruwu Photo Verified Writer Christ Bastian Waruwu

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya