Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dapat Ancaman Teroris, Menlu Lebanon Dilarang Ngantor
Menteri Luar Negeri Lebanon, Youssef Raggi (tengah), sedang berkunjung ke Komisi Uni Eropa pada 15 Juli 2025. (commons.wikimedia.org/Bogdan Hoyaux)
  • Menlu Lebanon Youssef Rajji dilarang ke kantor setelah menerima ancaman disakiti dan dibunuh kelompok teroris sekitar dua bulan lalu, sehingga menjalankan tugas dari rumah dengan persetujuan Presiden Joseph Aoun.
  • Ancaman disebut terkait sikap vokal Rajji yang menyerukan perlucutan senjata Hizbullah. Aparat meningkatkan penjagaan, membatasi akses Kementerian Luar Negeri di Beirut, serta memperketat keamanan di sekitar kediamannya.
  • Meski bekerja dari rumah, urusan luar negeri dan diplomasi Lebanon tetap berjalan secara virtual. Rajji diperkirakan tetap di rumah hingga konflik Hizbullah-Israel mereda, sementara negosiasi damai direncanakan berlanjut September.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri (Menlu) Lebanon, Youssef Rajji, dilarang pergi ke kantor demi alasan keamanan. Menurut laporan surat kabar Lebanon, An-Nahar, pada Minggu (6/9/2026), hal ini karena Rajji sempat mendapat ancaman berbahaya dari kelompok teroris sekitar dua bulan yang lalu. Namun, tidak disebutkan apa nama kelompok teroris yang dimaksud. 

Seorang sumber anonim yang dekat dengan Rajji mengatakan, sang Menlu diancam akan disakiti dan dibunuh oleh kelompok teroris. Oleh karena itu, aparat keamanan Lebanon melarang Rajji pergi ke kantor dan menyarankannya untuk bekerja dari rumah. Rajji sudah memberitahukan hal ini kepada Presiden Lebanon, Joseph Aoun. Aoun juga sudah memberi lampu hijau kepada Rajji untuk menjalankan tugasnya sebagai Menlu dari rumah.

1. Rajji merupakan salah satu pejabat Lebanon yang paling vokal menentang Hizbullah

potret pasukan milisi Hizbullah (tasnimnews.ir/Tasnim News Agency reporter via commons.wikimedia.org/Tasnim News Agency reporter)

Sumber tadi menjelaskan, Rajji mendapatkan ancaman teroris karena dirinya terus menyerukan perlucutan senjata Hizbullah. Sebab, Rajji merupakan salah satu pejabat Lebanon yang paling menentang keberadaan Hizbullah. Ia menganggap milisi tersebut sebagai pembuat onar yang tidak pantas berada di Lebanon. 

Agar ancaman tidak menyebar, aparat keamanan Lebanon juga meningkatkan penjagaan di gedung Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Lebanon yang terletak di Ibu Kota Beirut. Dilansir Jerusalem Post, akses masuk ke sana juga diperketat dan dibatasi untuk mencegah teroris atau orang tidak dikenal masuk. 

2. Urusan luar negeri Lebanon masih berjalan lancar

ilustrasi upaya diplomasi (unsplash.com/Markus Winkler)

Menurut laporan An-Nahar, hingga saat ini, Rajji masih menjalankan tugasnya sebagai Menlu dari rumah. Belum ada informasi kapan Rajji akan kembali bertugas di kantor Kemlu Lebanon di Beirut. Bahkan, beberapa waktu lalu, ia meminta aparat keamanan Lebanon untuk meningkatkan pengamanan di sekitar area tempat tinggalnya. 

Meski hanya bekerja dari rumah, Rajji dikabarkan masih bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Sebab, semua urusan luar negeri Lebanon yang berada di bawah kendalinya hingga kini masih berjalan dengan lancar. Upaya diplomasi dengan pihak asing juga berjalan lancar meski harus dilakukan secara virtual.

3. Rajji tetap bekerja dari rumah sampai konflik Hizbullah dan Israel usai

Menteri Luar Negeri Lebanon, Youssef Rajji (kiri), sedang menggelar pertemuan dengan Wakil Utusan Khusus Amerika Serikat, Morgan Ortagus (kanan), di Ibu Kota Beirut pada 7 April 2025. (commons.wikimedia.org/US Embassy Beirut)

Rajji sendiri diperkirakan akan tetap bekerja di rumah sampai konflik antara Hizbullah dan Israel mereda. Sebab, hingga saat ini, kedua pihak masih saling adu serangan. Serangan terakhir terjadi pada Minggu. Kala itu, Israel menyerang Lebanon selatan untuk membalas serangan Hizbullah terhadap tentaranya pada Sabtu (5/9/2026).

Untuk meredakan perang, Israel dan Lebanon dikabarkan akan melanjutkan negosiasi damai pada September ini. Namun, hingga saat ini, belum ada kabar lebih lanjut soal rencana tersebut. Sebelumnya, kedua pihak sudah melakukan negosiasi terakhir di Kota Roma, Italia, pada awal Agustus lalu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article