Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Lebanon Minta Bantuan Yunani Dorong Kesepakatan Damai Israel

Lebanon Minta Bantuan Yunani Dorong Kesepakatan Damai Israel
sudut kota Beirut, Lebanon (unsplash.com/christellehayek)
  • Presiden Lebanon Joseph Aoun meminta Yunani membantu mendorong implementasi kesepakatan damai dengan Israel, termasuk penarikan pasukan Israel dan penghentian permusuhan.
  • Yunani menyatakan dukungan bagi kedaulatan serta keutuhan wilayah Lebanon, mendorong penerapan Resolusi DK PBB 1701, dan membantu penguatan hubungan Beirut dengan Uni Eropa.
  • Perundingan dibayangi serangan Israel di Lebanon selatan yang menewaskan lebih dari 4.300 orang; Lebanon memperkuat militernya dengan bantuan Yunani dan rencana anggaran jangka panjang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Lebanon Joseph Aoun meminta bantuan pemerintah Yunani untuk mendorong implementasi kesepakatan damai dengan Israel yang dimediasi Amerika Serikat (AS). Permintaan ini disampaikan Aoun saat bertemu dengan Presiden Yunani Konstantinos Tasoulas di Athena pada Senin (31/8/2026).

Pemerintah Lebanon berupaya menggalang dukungan negara-negara Eropa guna memastikan penarikan penuh pasukan Israel dari wilayahnya. Langkah tersebut juga ditujukan untuk menciptakan stabilitas kawasan menyusul kesepakatan kerangka kerja yang telah diteken pada Juni lalu.

  1. 1. Aoun sebut rakyat Lebanon sudah lelah dengan perang

    Presiden Lebanon Joseph Aoun
    Presiden Lebanon Joseph Aoun (Republic of Lebanon, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

    Dalam pertemuan di Athena, Aoun menegaskan bahwa kesepakatan kerangka kerja dengan Israel tidak dapat dijalankan secara sepihak. Ia meminta Yunani ikut membantu menekan proses implementasi agar kedua pihak mematuhi perjanjian penghentian permusuhan.

    Kesepakatan yang disponsori AS tersebut mengatur pelucutan senjata kelompok Hizbullah dan penarikan bertahap pasukan Israel dari Lebanon selatan. Sebagai gantinya, militer Lebanon akan ditempatkan di wilayah-wilayah perbatasan untuk menjamin keamanan teritorial. Aoun menilai diplomasi merupakan jalan keluar utama untuk mengakhiri konflik ini.

    "Lebanon dan rakyatnya sudah lelah dengan perang, dan sejak awal negosiasi tujuannya adalah mengakhiri permusuhan," kata Aoun, dilansir Arab News.

    Ia menambahkan bahwa konflik di Lebanon berisiko mengganggu stabilitas kawasan Timur Tengah hingga kawasan Eropa. Beirut kini mempersiapkan diri menghadapi perundingan lanjutan yang akan digelar pada September.

  2. 2. Yunani berjanji akan mendukung kedaulatan Lebanon

    bendera Yunani
    bendera Yunani (unsplash.com/Dim Hou)

    Perdana Menteri (PM) Yunani Kyriakos Mitsotakis menyatakan negaranya akan mendukung kedaulatan, kemerdekaan, dan keutuhan wilayah Lebanon. Yunani menyambut baik semua inisiatif perdamaian yang bertujuan meredakan eskalasi bersenjata.

    Sementara itu, Presiden Tasoulas menegaskan pentingnya penerapan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 untuk memulihkan perdamaian di perbatasan kedua negara. Athena juga berjanji membantu mempererat hubungan diplomatik Lebanon dengan Uni Eropa (UE).

    Pertemuan ini berlangsung hanya beberapa jam setelah Yunani menyepakati pembelian sistem pertahanan udara senilai 3,5 miliar dolar AS (Rp62 triliun) dari Israel. Athena mengakuisisi sejumlah sistem pertahanan canggih seperti SPYDER, BARAK MX, dan David's Sling untuk memodernisasi kemampuan militernya.

  3. 3. Israel masih gempur Lebanon selatan

    pasukan Israel di Sungai Litani, Lebanon
    pasukan Israel di Sungai Litani, Lebanon (wikimedia/ / IDF Spokesperson's Unit)

    Upaya perundingan terus dibayangi gempuran militer Israel yang kembali menghantam sejumlah wilayah di Lebanon selatan. Serangkaian ledakan pada Senin menyebabkan sebagian lereng Gunung Al-Qantara di Distrik Marjayoun runtuh dan merusak area sekitar situs bersejarah Kastel Beaufort.

    Sejak konflik pecah pada Maret, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 4.300 orang dan melukai 12 ribu warga Lebanon. Konflik ini juga mengakibatkan kehancuran puluhan desa serta memaksa lebih dari satu juta jiwa mengungsi.

    Untuk memulihkan kendali negara, militer Lebanon mempercepat penguatan personel menyusul masa tugas pasukan perdamaian UNIFIL yang akan habis pada akhir tahun. Athena ikut membantu penguatan ini dengan mengirimkan bantuan militer gelombang kedua berupa 13 unit pengangkut personel lapis baja M113 dan 10 truk logistik.

    Pemerintah Lebanon juga menyusun rencana strategis sepuluh tahun yang membutuhkan anggaran satu miliar dolar AS (sekitar Rp17,7 triliun) per tahun untuk memperkuat angkatan bersenjata. Rencana tersebut akan dipaparkan dalam pertemuan internasional di Paris pada pertengahan September.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More