Jakarta, IDN Times - Pemerintah Denmark menuduh Rusia telah melakukan serangan siber untuk menyabotase perusahaan pertahanan milik mereka. Otoritas intelijen Denmark (PET) mengatakan, sabotase ini dilakukan karena perusahaan pertahanan milik Denmark menjadi salah satu pemasok senjata untuk pasukan militer Ukraina.
"Apa yang kita lihat pada musim semi adalah banyak perencanaan, tetapi sangat sedikit yang dilaksanakan. Apa yang kita lihat pada awal musim panas adalah mereka (Rusia) mulai melaksanakan lebih banyak hal," kata pemimpin tim analis PET, Josefine Christensen, dalam acara Konferensi Keamanan Dalam Negeri yang digelar di Copenhagen pada Rabu (7/10/2026), seperti dilansir Jerusalem Post.
