Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran memangkas kuota pembelian bahan bakar bagi warga di Teheran setelah sejumlah depot minyak diserang oleh Amerika Serikat dan Israel. Kebijakan tersebut diumumkan pada Minggu (8/3/2026) sebagai langkah antisipasi di tengah meningkatnya ketegangan.
Menurut laporan televisi pemerintah Iran, keputusan itu diambil setelah serangan terhadap depot minyak di Teheran dan Alborz berdampak pada sistem distribusi bahan bakar di wilayah tersebut.
Otoritas setempat menyatakan, pembatasan dilakukan untuk menjaga ketersediaan bahan bakar bagi masyarakat di tengah situasi keamanan yang belum stabil.
Berdasarkan kebijakan baru itu, kuota pembelian bahan bakar menggunakan kartu bahan bakar pribadi di stasiun pengisian di seluruh Teheran dipangkas dari sebelumnya 30 menjadi 20 liter.
