Jakarta, IDN Times - Di hari terakhir kunjungannya di Indonesia, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres menyambangi kantor Kementerian Luar Negeri di Jakarta Pusat pada Senin (19/10/2026). Kunjungan Guterres ke Indonesia tergolong istimewa lantaran ia segera memasuki masa pensiun pada Desember 2026.
Tidak banyak negara yang dipilih oleh Sekjen asal Portugal itu untuk dikunjungi. Indonesia merupakan salah satu negara yang dipilih Guterres untuk disambangi.
Berdasarkan pantauan IDN Times, Guterres tiba di kantor Kemlu sekitar pukul 14.00 WIB. Ia disambut Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir yang langsung mengarahkan untuk mengisi buku tamu. Di dalam buku tamu itu, terlihat Guterres menaruh rasa hormat terhadap Pemerintah dan rakyat Indonesia.
"Saya menghormati peran utama pemerintah dan rakyat Indonesia dalam mempromosikan dunia yang damai dan adil serta menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan Indonesia terhadap multilateralisme dan Perserikatan Bangsa-Bangsa," demikian isi tulisan tangan Guterres.
Arrmanatha kemudian mengajak Guterres untuk berbincang empat mata di ruangan khusus yang terdapat foto-foto Menlu RI pendahulunya. Pembicaraan itu berlangsung sekitar 30 menit dan dilanjutkan dengan diskusi tertutup.
Arrmanatha mengatakan kunjungan Guterres ke Indonesia sebelum menuntaskan masa jabatannya dinilai bahwa Indonesia dianggap penting oleh PBB. "Kunjungan semacam ini yang dilakukan oleh Sekjen PBB hanya ke beberapa negara saja. Indonesia merupakan salah satu di antaranya. Pilihan ini merupakan sebuah pengakuan terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo dan peran aktif Indonesia di pentas dunia," kata Arrmanatha di dalam pidatonya pada sore tadi.
