Indonesia Kontributor Terbesar Keenam Pasukan PBB, Sekjen PBB: Bangga!

Antonio Guterres menyebut Indonesia sebagai kontributor terbesar keenam bagi misi pemeliharaan perdamaian PBB.
Hampir 2.000 personel Indonesia bertugas di tujuh misi PBB di berbagai belahan dunia.
Personel Indonesia akan bertugas di Republik Afrika Tengah untuk membantu memperkuat stabilitas dan proses perdamaian.
Sentul, IDN Times - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, menyebut Indonesia sebagai kontributor terbesar keenam bagi misi pemeliharaan perdamaian PBB. Ia juga mengapresiasi dukungan Indonesia yang dinilai konsisten terhadap operasi penjaga perdamaian selama bertahun-tahun.
Pernyataan tersebut disampaikan Guterres saat memberikan sambutan kepada pasukan penjaga perdamaian di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI, Sentul, Jawa Barat, pada Senin (19/10/2026). Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan pesan kepada personel Indonesia yang akan segera diberangkatkan ke Republik Afrika Tengah untuk menjalankan misi PBB.
“Sebagai kontributor terbesar keenam bagi misi pemeliharaan perdamaian PBB, Indonesia merupakan salah satu alasan penting di balik kebanggaan tersebut,” kata Guterres dalam pidatonya.
Ia menyebut hampir 2.000 personel berseragam Indonesia, baik laki-laki maupun perempuan, saat ini bertugas sebagai penjaga perdamaian di tujuh misi PBB di berbagai belahan dunia. Guterres menilai kontribusi tersebut menjadi bagian penting dari upaya internasional untuk menjaga stabilitas dan melindungi masyarakat sipil.
1. Hampir 2.000 personel Indonesia bertugas di tujuh misi PBB

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres kunjungi pasukan penjaga perdamaian (PBB) di Sentul dan beri penghormatan kepada personel yang gugur. (Unic Jakarta/Talitha Vanya Ekta) Guterres menyampaikan apresiasi kepada Indonesia atas dukungan yang diberikan kepada operasi pemeliharaan perdamaian PBB selama bertahun-tahun. Ia menilai kontribusi Indonesia memperkuat upaya organisasi tersebut dalam menjaga perdamaian di berbagai wilayah konflik.
“Saya ingin menyampaikan apresiasi kepada Indonesia atas dukungannya yang tak tergoyahkan terhadap operasi pemeliharaan perdamaian PBB selama bertahun-tahun, termasuk sebagai tuan rumah bersama Belanda untuk Pertemuan Tingkat Menteri tentang Pemeliharaan Perdamaian tahun depan,” ujarnya.
Guterres juga mengungkapkan hampir 2.000 personel berseragam Indonesia sedang menjalankan tugas sebagai penjaga perdamaian dalam tujuh misi di seluruh dunia.
“Saat ini, hampir 2.000 personel berseragam Indonesia, perempuan dan laki-laki, sedang bertugas sebagai penjaga perdamaian di tujuh misi di seluruh dunia,” kata Guterres.
Ia menambahkan, kontribusi Indonesia merupakan bagian dari upaya lebih luas yang melibatkan sekitar 50 ribu personel penjaga perdamaian PBB di berbagai negara. Para personel tersebut mengemban tugas di wilayah-wilayah yang kerap menghadapi konflik dan situasi keamanan berbahaya.
2. Misi di Afrika Tengah dinilai berada pada momen krusial

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres kunjungi pasukan penjaga perdamaian (PBB) di Sentul dan beri penghormatan kepada personel yang gugur. (Unic Jakarta/Talitha Vanya Ekta) Dalam sambutannya, Guterres secara khusus berbicara kepada personel Indonesia yang akan segera bertugas di Republik Afrika Tengah melalui misi PBB MINUSCA (United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic).
Guterres mengatakan dirinya telah bekerja menangani persoalan Republik Afrika Tengah selama 20 tahun, pertama sebagai Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi dan kemudian sebagai Sekretaris Jenderal PBB.
Ia menggambarkan negara tersebut sebagai salah satu negara termiskin di dunia. Menurut Guterres, hingga belum lama ini, kehadiran negara praktis tidak ada di sebagian besar wilayah Republik Afrika Tengah.
Meski demikian, ia menilai terdapat perkembangan dalam proses perdamaian karena sebagian besar kelompok bersenjata telah menyepakati perjanjian dengan pemerintah dan mulai menyerahkan senjata mereka.
“Republik Afrika Tengah merupakan kisah sukses yang masih perlu diselesaikan,” ujar Guterres.
Ia menilai penugasan personel Indonesia datang pada momen penting untuk memastikan stabilitas negara tersebut dapat terus diperkuat.
“Misi kalian akan sangat menentukan untuk memastikan bahwa kita mampu menstabilkan Republik Afrika Tengah sepenuhnya,” katanya.
3. Guterres berharap stabilitas membuka jalan bagi pembangunan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres kunjungi pasukan penjaga perdamaian (PBB) di Sentul dan beri penghormatan kepada personel yang gugur. (Unic Jakarta/Talitha Vanya Ekta) Guterres menjelaskan bahwa keberhasilan misi di Republik Afrika Tengah tidak hanya diukur dari berkurangnya konflik bersenjata. Misi tersebut juga diharapkan membantu memperkuat lembaga negara agar dapat berfungsi di seluruh wilayah.
Selain itu, proses perdamaian diharapkan mendorong kelompok bersenjata yang masih tersisa untuk secara bertahap bergabung dalam proses politik dan perdamaian.
“Untuk memastikan institusi-institusi negara dapat berfungsi di seluruh wilayah, kelompok-kelompok bersenjata yang tersisa secara bertahap terintegrasi dalam proses perdamaian, dan pada saat yang sama negara tersebut dapat memasuki tahap pembangunan karena kemiskinan ekstrem dan penderitaan yang dialami rakyatnya,” ujar Guterres.
Ia mengatakan keberhasilan misi tersebut dapat membuka jalan bagi pengurangan pasukan PBB secara bertahap. Namun, hal itu bergantung pada kemampuan misi untuk mengonsolidasikan kemajuan yang telah dicapai dan memastikan perdamaian dapat bertahan.
“Kita perlu mengonsolidasikan apa yang telah menjadi keberhasilan, sekaligus memastikan keberhasilan itu berkembang menjadi sesuatu yang memungkinkan Republik Afrika Tengah menjadi negara yang normal, tempat perdamaian terjamin dan pemerintah mampu mengendalikan seluruh wilayahnya,” katanya.
Guterres juga menyampaikan masyarakat Republik Afrika Tengah menghargai kontribusi pasukan penjaga perdamaian PBB. Ia berharap personel Indonesia yang akan bertugas dapat menjalankan misi dengan sukses dan memperoleh kepercayaan masyarakat setempat.
“Saya sepenuhnya yakin rakyat Republik Afrika Tengah akan terus menyimpan rasa terima kasih yang mendalam, bukan hanya kepada pasukan penjaga perdamaian PBB, tetapi juga kepada rakyat Indonesia yang kalian wakili dengan begitu gagah,” ujar Guterres.




















