Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dino Patti Djalal: Prabowo Jangan Terlalu Mengejar Trump!
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal. (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Dino Patti Djalal menilai pemerintah Indonesia terlalu berupaya mendekati Presiden AS Donald Trump tanpa hasil signifikan, termasuk tidak adanya pertemuan resmi di Gedung Putih.
  • Ia mengkritik keras gaya kepemimpinan Trump yang dianggap dominan, merugikan, dan tidak menghormati norma internasional, sehingga berpotensi menciptakan hubungan yang tidak setara bagi Indonesia.
  • Dino menyarankan agar Indonesia menyesuaikan pendekatan dengan AS melalui kerja sama teknis seperti perdagangan dan pertahanan, sambil mengurangi eksposur langsung antara Presiden Prabowo dan Trump.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
4 bulan terakhir

Dino Patti Djalal menilai bahwa dalam empat bulan terakhir, Presiden Donald Trump telah berubah menjadi pemimpin dunia yang paling berbahaya dan tidak menghormati norma internasional.

12 April 2026

Dalam video yang diunggah di media sosial pada Minggu, 12 April 2026, Dino Patti Djalal mengkritik pendekatan Presiden Prabowo terhadap Donald Trump dan menilai pemerintah terlalu berupaya membangun kedekatan dengan Trump.

kini

Dino menyarankan agar Indonesia menyesuaikan hubungan dengan Amerika Serikat secara lebih terukur dan mengurangi eksposur langsung antara Presiden Prabowo dan Presiden Trump.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Dino Patti Djalal menyampaikan kritik terhadap pendekatan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai terlalu berupaya membangun kedekatan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
  • Who?
    Pernyataan disampaikan oleh Dino Patti Djalal, pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), dan menyinggung Presiden Prabowo Subianto serta Presiden Donald Trump.
  • Where?
    Pernyataan tersebut disampaikan melalui video yang diunggah di media sosial dan merujuk pada hubungan diplomatik antara Indonesia dan Amerika Serikat.
  • When?
    Pernyataan Dino Patti Djalal diunggah pada Minggu, 12 April 2026.
  • Why?
    Dino menilai pendekatan yang terlalu dekat dengan Trump berpotensi menciptakan hubungan tidak setara dan dapat merugikan posisi Indonesia dalam kerja sama internasional.
  • How?
    Dino mengungkapkan pandangannya melalui video publik, memberikan kritik langsung terhadap gaya kepemimpinan Trump serta menyarankan agar hubungan Indonesia–AS dilakukan secara lebih terukur dan teknis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Dino bilang Pak Prabowo jangan terlalu sering kejar-kejar Pak Trump. Katanya, Pak Prabowo kelihatan terlalu semangat mau dekat sama dia. Dino takut nanti Indonesia rugi karena Trump suka memaksa dan maunya menang sendiri. Tapi Dino juga bilang tetap boleh kerja sama sama Amerika, asal jangan terlalu dekat sama Trump saja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Dino Patti Djalal menunjukkan adanya perhatian serius terhadap keseimbangan dan kemandirian diplomasi Indonesia. Dengan menekankan pentingnya hubungan yang terukur dengan Amerika Serikat, ia mendorong pendekatan yang lebih rasional dan berfokus pada kepentingan nasional. Sikap ini mencerminkan kehati-hatian strategis serta komitmen menjaga martabat dan posisi setara Indonesia di panggung internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Founder Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mengkritik pendekatan Indonesia terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menilai pemerintah terlalu berupaya membangun kedekatan dengan Trump.

“Ada kesan kuat bahwa Presiden Prabowo terlalu semangat untuk mengejar Presiden Trump,” ujar Dino, dalam video yang diunggah di media sosial, Minggu (12/4/2026).

Menurutnya, upaya tersebut terlihat dari sejumlah pertemuan dan kunjungan yang dilakukan di berbagai forum internasional. Namun, ia menilai hasilnya tidak signifikan karena tidak menghasilkan pertemuan bilateral resmi di Gedung Putih.

1. Nilai ketimpangan dalam hubungan

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal (Dok. YouTube IDN Times)

Dino menilai hubungan dengan Trump berpotensi tidak setara dan merugikan Indonesia. Ia bahkan menyebut karakter kepemimpinan Trump sebagai faktor risiko. “Percayalah tidak akan ada kesetaraan dalam hubungan dengan Trump,” katanya.

Ia menambahkan, Trump cenderung mendominasi dan memaksakan kepentingannya.

“Presiden Trump hanya akan menuntut, mendominasi, merendahkan, mengeksploitasi dan memaksakan keinginannya,” ujar Dino.

2. Kritik tajam terhadap kepemimpinan Trump

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berada di Pesawat Air Force One. (commons.wikimedia.org/Official White House Photo)

Dalam pernyataannya, Dino juga menyampaikan kritik keras terhadap gaya kepemimpinan Trump di panggung global. “Dalam 4 bulan terakhir terbukti bahwa Presiden Trump sudah berubah menjadi pemimpin dunia yang paling berbahaya,” ujarnya.

Ia bahkan menyebut Trump sebagai pemimpin yang tidak menghormati norma internasional.

“Ia tidak peduli hukum dan norma internasional,” kata Dino.

3. Saran penyesuaian hubungan dengan AS

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump dalam penandatanganan Board of Peace Charter. (Dok. The White House)

Meski mengkritik Trump, Dino tidak menyarankan Indonesia memutus hubungan dengan Amerika Serikat. Ia justru mendorong pendekatan yang lebih terukur.

“Lakukan penyesuaian hubungan dengan Amerika Serikat,” ujarnya.

Ia menekankan, kerja sama tetap penting di tingkat teknis, seperti perdagangan, investasi, dan pertahanan. Namun, ia mengingatkan agar eksposur langsung di tingkat pemimpin dikurangi.

“Kurangi eksposur Presiden Prabowo terhadap Presiden Trump,” tegas Dino.

Editorial Team