Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dukung Proyek Hotel Menantu Trump, Warga Albania Desak PM Mundur
Perdana Menteri Albania, Edi Rama. (President.gov.ua, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Ribuan warga Albania berunjuk rasa selama 14 hari di Tirana menolak proyek hotel mewah di Zvernec yang terafiliasi dengan Jared Kushner karena dianggap melanggar aturan dan merusak kawasan lindung.
  • Demonstran mendesak Perdana Menteri Edi Rama mundur dan menghentikan proyek, sementara Rama menilai aksi tersebut justru mengancam sektor pariwisata menjelang musim liburan.
  • Dalam wawancara, Rama menyebut demonstrasi 'Revolusi Flamingo' bodoh serta menuduh sebagian peserta menyebarkan kekerasan daring dan ancaman terhadap pihak yang tidak ikut bersuara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ribuan warga Albania kembali turun ke jalan memasuki hari ke-14 demonstrasi besar di Tirana, pada Minggu (14/6/2026). Aktivis lingkungan bersama sejumlah lapisan masyarakat menyuarakan penolakan proyek pembangunan hotel mewah di Zvernec. 

Hotel yang terafiliasi dengan menantu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Jared Kushner, itu diduga menyalahi aturan. Selain itu, akan merusak kawasan lindung yang menjadi habitat burung flamingo di Albania. 

1. Massa desak PM Rama mundur dari jabatannya

ilustrasi bendera Albania (unsplash.com/mdehevia)

Sebanyak 100 ribu hingga 200 ribu demonstran memadati pusat kota Tirana untuk mengadakan demonstrasi damai. Sejumlah massa membawa balon flamingo menuntut agar pemerintahan Perdana Menteri (PM) Albania, Edi Rama untuk segera menghentikan proyek hotel mewah tersebut.

Dilansir Euronews, lambat laun warga Albania mendesak Rama untuk meninggalkan jabatannya dan mengadakan pemilu lebih awal. Sebab, Rama terus membela dan mendukung penuh pembangunan proyek hotel mewah tersebut. 

2. Rama sebut demonstrasi merusak industri pariwisata Albania

suasana Desa Lin, Albania (pexels.com/valter-zhara)

Pada saat yang sama, Rama mengatakan bahwa demonstrasi yang terus menerus akan merusak industri pariwisata di Albania. Menurutnya, wisatawan asing mulai membatalkan reservasi menjelang puncak liburan musim panas. 

Dilansir Albania Daily News, Rama menambahkan, sejumlah demonstran memang khawatir soal pembangunan proyek sektor pariwisata, tapi ada pula yang menggunakan isu ini untuk mengejar objek politik yang lebih luas. Menurutnya, mayoritas lebih memilih stabilitas politik dan pembangunan.

3. Rama sebut demonstran tersebut bodoh

Bendera Albania (pexels.com/@eric-b-199437517)

Dalam sebuah wawancara mingguan, Rama mengatakan bahwa demonstrasi bertajuk Revolusi Flamingo tersebut bodoh. Ia menyebut bahwa sejumlah demonstran menyerukan boikot konser penyanyi pop karena menolak bersuara dalam skandal ini. 

Rama mengatakan bahwa demonstran tersebut ikut menyebarkan kekerasan daring di media sosial. Selain itu, menebarkan ancaman terhadap seseorang yang menolak untuk bersuara terkait dengan pembangunan hotel mewah di Zvernec. 

Dilansir Politico, PM Albania itu juga menolak pernyataan bahwa Albania hanya dimiliki oleh warga Albania. Menurutnya, ucapan seperti berarti menunjukkan bahwa warga atau wisatawan asing tidak boleh berkunjung ke Albania. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article