potret Donald Trump saat pidato kampanye (Matt Johnson from Omaha, Nebraska, United States, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
Sebagaimana dilansir Al Jazeera, para pemilih di AS akan mendatangi tempat pemungutan suara pada 3 November untuk memberikan suara dalam pemilu sela. Pemilihan tersebut akan menentukan pemenang kontestasi penting di tingkat negara bagian dan lokal, sekaligus menentukan kendali mayoritas di Kongres AS yang saat ini dipegang Partai Republik di DPR maupun Senat.
Partai Republik dinilai memegang keunggulan finansial yang signifikan atas Partai Demokrat berkat sokongan kelompok seperti MAGA Inc. Kelompok super PAC pro-Trump tersebut dilaporkan memiliki simpanan dana sebesar 416 juta dolar AS atau setara Rp7,45 triliun per Agustus. Situs pelacak AdImpact menemukan kelompok itu telah membelanjakan 22 juta dolar AS atau setara Rp394,09 miliar selama sebulan terakhir untuk perebutan kursi Senat di Texas.
Kubu Partai Demokrat menyatakan keyakinan bahwa keunggulan finansial tersebut tidak akan membendung rasa tidak puas pemilih terhadap kepemimpinan Trump. “Partai Republik berharap bisa “membeli” pemilu ini, dengan menyuntikkan puluhan juta ke dalam kontestasi pemilu untuk mencoba mengatasi masalah kandidat-kandidat mereka yang tidak populer, presiden yang tidak populer, dan kondisi ekonomi yang tidak populer,” ujar Lauren French, juru bicara Senate Majority PAC Partai Demokrat. Di sisi lain, Trump memperbanyak kegiatan kampanye dengan menggelar rangkaian rapat umum pada pekan-pekan terakhir menjelang pemilu.