Trump Ingin Ubah Nama Samudra Atlantik atau Pasifik Jadi Namanya

Donald Trump mengusulkan penggantian nama Samudra Atlantik atau Pasifik menjadi Samudra Trump atau Samudra Amerika dalam kampanye di Tennessee menjelang pemilihan sela 2026.
Menurut laporan, Trump ingin mengganti nama satu samudra dan satu sungai besar sebelum masa jabatannya berakhir; presiden dapat melakukannya melalui kewenangan eksekutif.
Pemerintah AS sebelumnya mengganti Teluk Meksiko dan Danau Ontario, sementara Trump mempertahankan nama Sungai Hudson serta Mississippi dan mengusulkan New Mexico menjadi New America.
Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengusulkan perubahan nama Samudra Atlantik atau Samudra Pasifik menjadi Samudra Trump atau Samudra Amerika. Gagasan itu disampaikan saat rapat umum kampanye di Clarksville, Tennessee, pada Sabtu (10/10/2026), menjelang pemilihan sela pada 3 November 2026.
The Washington Post melaporkan, Trump ingin mengganti nama satu samudra dan satu sungai besar sebelum masa kepresidenannya berakhir.
“Kami membutuhkan sungai. Kami membutuhkan samudra,” katanya.
Penggantian nama perairan dapat dilakukan presiden melalui kewenangan eksekutif. Perubahan tersebut biasanya diikuti oleh perusahaan penyedia peta daring.
1. Trump menawarkan dua nama baru untuk samudra

Pada 19 Maret 2016, Donald Trump mengadakan rapat umum di Fountain Park, Fountain Hills, Arizona. (Gage Skidmore, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons) Dilansir WPEC, Trump menyampaikan dua pilihan nama samudra di hadapan para pendukung yang memenuhi lokasi kampanye di Clarksville. Ia secara terbuka mengungkapkan nama yang ingin digunakan untuk menggantikan nama samudra yang ada saat ini.
Economic Times melaporkan, pernyataan tersebut disambut tawa dan tepuk tangan dari para pendukungnya.
“Kami menyebutnya ‘Samudra Trump’ atau ‘Samudra Amerika,’ sesuatu seperti itu,” ujarnya.
2. Pemerintahan AS mengubah nama sejumlah perairan

Peta batimetri Teluk Meksiko yang diperoleh dari data ETOPO 2022, diunduh melalui Grid Extract dengan menggunakan dataset “ETOPO_2022 Hillshare (Batu dasar; 15 arcseconds)” untuk wilayah yang dibatasi oleh koordinat 15,5°N 78,0°W hingga 32,5°N 101,0°W. (NOAA National Centers for Environmental Information, Public domain, via Wikimedia Commons) Pemerintahan AS sebelumnya telah mengubah nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika. Kebijakan tersebut memicu ketegangan diplomatik dengan Meksiko serta perselisihan dengan kantor berita Associated Press (AP), yang menolak menggunakan nama baru tersebut.
Perubahan nama juga dilakukan terhadap Danau Ontario, yang terletak di antara New York dan Kanada, menjadi Danau Amerika. Penggantian nama danau itu berlangsung di tengah sengketa perdagangan dan tarif dengan para pemimpin Kanada.
3. Trump mempertahankan nama Sungai Hudson dan Mississippi

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Shealeah Craighead, Public domain, via Wikimedia Commons) Trump menyatakan tidak akan mengganti nama Sungai Hudson di New York karena menganggap penjelajah Henry Hudson berjasa menyiapkan sungai tersebut sejak lama. Ia juga mempertahankan nama Sungai Mississippi, yang menjadi batas barat Tennessee, karena kedekatan politik.
Selain mengusulkan perubahan nama perairan, Trump melontarkan gagasan untuk mengganti nama negara bagian New Mexico menjadi New America. Namun, ia menyerahkan keputusan akhir mengenai perubahan nama negara bagian tersebut kepada warga setempat.






















