Jakarta, IDN Times - Pemerintah Filipina secara resmi mendesak Meta Platforms Inc. untuk segera menghentikan penyebaran informasi palsu yang memicu kepanikan massal di media sosial. Dalam tuntutannya pada Sabtu (11/4/2026), otoritas Filipina mengancam akan mengambil langkah hukum dan menerapkan aturan siber yang lebih ketat jika Meta gagal memberikan respons cepat atas krisis disinformasi tersebut.
Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) menegaskan bahwa menjaga ketertiban umum dan keamanan nasional, terlebih di tengah kondisi ekonomi global yang menantang, adalah prioritas utama pemerintah saat ini.
