Ilustrasi Bendera Rusia (pixabay.com/IGORN)
Perdebatan seputar kebijakan netralitas meningkat sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada 2022. Pemerintah Swiss memutuskan ikut mengadopsi sanksi ekonomi Uni Eropa terhadap Rusia, yang memicu kritik dari kelompok konservatif dalam negeri dan protes dari Moskow.
Pendukung proposal menilai langkah pemerintah tersebut telah merusak posisi netral Swiss yang diakui dunia sejak 1815. Tokoh pengusaha dan penyokong SVP, Christoph Blocher, bahkan menggelontorkan dana pribadi sebesar 2 juta franc (sekitar Rp43 miliar) untuk mendanai kampanye inisiatif tersebut.
Menurut laporan AFP, pemerintah Swiss dan sebagian besar partai politik menolak usulan tersebut karena dinilai membahayakan keamanan nasional. Menteri Luar Negeri Swiss Ignazio Cassis menegaskan bahwa sikap netral tidak berarti negara harus menutup mata ketika aturan internasional dilanggar.
Pakar politik Eropa dari Universitas Bern, Fabio Wasserfallen, menilai warga Swiss pada dasarnya tetap mendukung prinsip netralitas. Namun, mayoritas warga menyetujui langkah sanksi terhadap Rusia dan menolak aturan kaku yang membatasi ruang gerak pemerintah.