Jakarta, IDN Times - Kepulangan sembilan WNI dari Global Sumud Flotilla 2.0 ke Istanbul bukan berarti urusan selesai sepenuhnya. Setiba di Turki pada 21 Mei lalu, seluruh peserta flotilla langsung menjalani pemeriksaan kesehatan yang dikoordinasikan oleh pemerintah Turki, dan hasilnya mengungkap adanya jejak kekerasan fisik pada sebagian dari mereka.
Duta Besar RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan tersebut ditemukan setidaknya tiga orang yang mengalami trauma fisik. Cedera itu bervariasi, ada yang terdeteksi di wajah, ada pula di bagian tubuh lainnya.
Seluruh kondisi itu, kata Rizal, ditangani langsung oleh pemerintah Turki sebagai pihak yang bertanggung jawab atas proses evakuasi.
Konsul Jenderal RI di Istanbul turut hadir langsung di lapangan mendampingi para WNI. Bersama tim Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), mereka memantau jalannya pemeriksaan kesehatan dan memastikan kondisi sembilan WNI terpantau dengan baik. Koordinasi antara KJRI Istanbul dan Kedutaan Besar RI di Ankara terus berjalan sepanjang proses berlangsung.
Hasil pemeriksaan, termasuk visum, kemudian diserahkan kepada pihak Global Sumud Flotilla selaku organisasi yang menaungi misi ini. Dokumen tersebut berpotensi menjadi alat bukti bagi proses lanjutan yang akan ditentukan oleh organisasi tersebut di forum internasional.
