Jakarta, IDN Times - Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, mendesak pemerintah Lebanon membatalkan rencana pertemuan dengan Israel. Pertemuan perwakilan kedua negara tersebut dijadwalkan berlangsung di Washington, Amerika Serikat (AS), pada Selasa (14/4/2026) untuk membahas potensi negosiasi langsung antara Lebanon dan Israel di tengah konflik yang memanas.
Pihak Hizbullah menolak rencana negosiasi langsung dengan musuh mereka tersebut. Mereka menilai pembicaraan itu tidak akan menghasilkan solusi yang adil dan hanya akan menjadi konsesi yang menguntungkan Israel.
