Suhu Melonjak, Italia Tetapkan Siaga Merah Gelombang Panas

- Pemerintah Italia menetapkan status siaga merah di lima kota besar karena gelombang panas datang lebih cepat dari perkiraan, menjadi peringatan tertinggi pertama pada tahun 2026.
- Kementerian Kesehatan memperingatkan bahwa suhu ekstrem dapat membahayakan kesehatan, bahkan bagi warga sehat dan aktif, serta mengimbau pembatasan aktivitas luar ruangan.
- Di Turin, lonjakan suhu menyebabkan pemadaman listrik akibat beban jaringan berlebih, sementara perusahaan Iren menyiapkan pembaruan infrastruktur senilai 515 juta euro hingga 2030.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Italia resmi menetapkan status siaga merah akibat cuaca panas yang melanda sejumlah kota besar, pada Kamis (28/5/2026). Peringatan dini ini dikeluarkan seiring dengan datangnya suhu panas yang lebih cepat dari perkiraan awal di sebagian wilayah Eropa.
Kementerian Kesehatan Italia mengumumkan bahwa status peringatan tertinggi ini berlaku di lima kota, yaitu Roma, Florence, Bologna, Brescia, dan Turin. Keputusan ini sekaligus menjadi peringatan siaga merah pertama yang dikeluarkan oleh otoritas Italia pada tahun 2026.
1. Peringatan potensi bahaya bagi orang sehat dan aktif

Kementerian Kesehatan Italia mengeluarkan peringatan lanjutan karena suhu yang tinggi dinilai dapat mengganggu kesehatan masyarakat. Peringatan ini ditujukan tidak hanya bagi kelompok rentan, tetapi juga warga yang dalam kondisi sehat dan sering beraktivitas di luar ruangan. Pemerintah setempat juga mengimbau warga agar membatasi paparan sinar matahari secara langsung.
"Peringatan merah ini dikeluarkan untuk memberi tahu adanya potensi bahaya bagi kesehatan orang yang sehat dan aktif," kata perwakilan Kementerian Kesehatan Italia, dilansir CGTN.
2. Penyesuaian jadwal wisatawan di sekitar Roma

Dampak cuaca panas ini terlihat jelas di area wisata Colosseum, Roma, dengan suhu udara tercatat mencapai 32 derajat Celsius. Para wisatawan melakukan berbagai penyesuaian agar tubuh tetap nyaman selama berada di luar ruangan.
"Kami banyak minum air putih agar tubuh tetap dingin," kata Nana Martinez Garcia, wisatawan asal Spanyol.
Sementara itu, wisatawan lain menyiasati cuaca dengan mengubah jadwal dan lokasi kunjungan untuk menghindari terik matahari siang hari.
"Saya bangun lebih pagi, melakukan kegiatan lebih awal, dan memilih duduk di restoran ber-AC atau pergi ke museum saat cuaca sedang sangat panas," kata Josh Ren, wisatawan asal Amerika Serikat.
3. Pemadaman listrik akibat beban jaringan di Turin

Di kota Turin, tingginya suhu memicu pemadaman listrik di beberapa wilayah. Jaringan listrik kota tersebut mengalami kelebihan beban pemakaian karena cuaca panas datang lebih cepat dari perkiraan. Perusahaan penyedia listrik setempat, Iren, menyatakan bahwa gangguan layanan masih mungkin terjadi selama proses perbaikan berlangsung.
"Mengingat situasi yang sedang kami tangani saat ini, mungkin masih ada gangguan layanan, termasuk pemadaman listrik yang terjadi sesekali," kata juru bicara perusahaan listrik Iren.
Wali Kota Turin menyatakan bahwa jaringan listrik di wilayahnya memerlukan perbaikan menyeluruh. Perusahaan Iren dilaporkan telah menyiapkan rencana pembaruan jaringan listrik utama di Turin dengan anggaran sebesar 515 juta euro (Rp10,7 triliun) yang ditargetkan selesai pada tahun 2030. Namun, cuaca panas yang datang lebih awal membuat proses perbaikan ini menjadi lebih menantang.
"Perawatan jaringan listrik sebenarnya sudah direncanakan, tetapi ini adalah pekerjaan besar yang akan memakan waktu," kata Stefano Lo Russo, Wali Kota Turin.


















