Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Houthi Ultimatum Arab Saudi: Setop Agresi atau Hal Buruk Akan Terjadi!
Juru Bicara Houthi, Yahya Saree, sedang berpidato di atas mimbar. (commons.wikimedia.org/Wasfi Akab)
  • Houthi mengultimatum Arab Saudi menghentikan agresi dan campur tangan di Yaman, atau menghadapi serangan yang lebih buruk setelah insiden Bandara Internasional King Khalid.
  • Serangan Houthi di Bandara King Khalid pada 10 Oktober 2026 menewaskan 12 orang dari berbagai negara, melukai lebih dari 300 orang, serta memicu kebakaran dan kerusakan bangunan.
  • PBB dan sejumlah negara mengecam serangan terhadap infrastruktur publik tersebut; Presiden AS Donald Trump menyatakan AS mempertimbangkan bantuan bagi Arab Saudi melawan Houthi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Houthi mendesak Arab Saudi untuk menghentikan agresi militernya terhadap mereka. Selain itu, milisi tersebut juga mendesak Riyadh berhenti membantu Yaman untuk menyerang mereka. Jika tidak, Houthi mengancam hal yang lebih buruk daripada serangan terbaru ke Bandara Internasional King Khalid akan segera terjadi kepada Arab Saudi.

"Kecuali musuh (Arab) Saudi menghentikan agresi dan campur tangannya di Yaman, yang lebih buruk akan terjadi, Insya Allah," demikian bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Yaman yang kini dikuasai oleh Houthi dalam pernyataan yang disiarkan oleh stasiun televisi Al-Masirah pada Minggu (11/10/2026), seperti dikutip Jerusalem Post.

1. Serangan Houthi ke Bandara King Khalid menewaskan 12 orang

potret Bandara Internasional King Khalid, Arab Saudi (panoramio.com/liton islam via commons.wikimedia.org/liton islam)

Houthi sendiri melakukan serangan terbaru ke Bandara King Khalid pada Sabtu (10/10/2026) pekan lalu. Dilansir SBS News, serangan tersebut menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya. Selain itu, serangan tersebut juga menyebabkan kebakaran hebat di sejumlah area bandara. 

Video yang dirili NBC News menunjukkan bahwa serangan Houthi terjadi tiba-tiba. Ketika itu, orang-orang terlihat sedang mengantre panjang di bandara. Selain itu, ada beberapa juga yang terlihat sedang duduk santai. Beberapa saat kemudian, rudal menghantam hingga membuat sejumlah bagian bangunan di sekitar bandara runtuh seketika. Situasi saat itu langsung berubah menjadi tegang. Orang-orang terlihat berteriak dan berbondong-bondong keluar untuk mencari tempat yang lebih aman.

2. Warga Amerika Serikat hingga Sudan jadi korban serangan Houthi

ilustrasi korban tewas (pexels.com/Mario Wallner)

Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) dalam keterangannya pada Minggu menjelaskan, 12 korban tewas imbas serangan Houthi di Bandara King Khalid berasal dari berbagai negara. Sebanyak 4 korban berasal dari Arab Saudi, 2 orang dari Bangladesh, 1 orang dari Amerika Serikat (AS), 1 orang Mesir, 1 orang Yordania, 1 orang Suriah, 1 orang Palestina, dan 1 orang berasal dari Sudan.

Serangan terbaru Houthi ini langsung direspons oleh Presiden AS, Donald Trump. Trump mengaku tidak menyukai langkah Houthi karena telah menyerang Bandara King Khalid di Riyadh. Trump mengatakan, AS sedang mempertimbangkan untuk membantu Arab Saudi melawan Houthi. Ia menjanjikan keputusan akan rencana tersebut bakal segera diambil dalam waktu dekat.

“Mungkin saja (membantu Arab Saudi memerangi Houthi). Kami akan mempertimbangkannya. Kami baru saja mengetahui tentang serangan baru-baru ini. Jadi, kami akan mengambil keputusan. Kami bergerak sangat cepat,” kata Trump kepada wartawan dilansir NBC News. 

3. Dunia mengecam serangan Houthi ke Bandara King Khalid

ilustrasi serangan (unsplash.com/Emanuel Kypreos)

Serangan Houthi ke Bandara King Khalid ini lantas menuai kecaman dunia. Salah satunya dari Perserikatan Bangda-Bangsa (PBB). Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengatakan, serangan Houthi ke Bandara King Khalid melanggar hukum internasional karena menyasar infrastruktur publik di sebuah negara berdaulat. 

Negara-negara di belahan dunia lainnya, seperti Mesir, Qatar, Yordania, Suriah, Oman, Malaysia, Jepang, Kanada, hingga Palestina juga ikut memberi kecaman. Sebab, serangan tersebut telah menewaskan dan melukai banyak orang dari berbagai negara. Negara-negara tersebut juga mendesak Houthi agar segera menghentikan agresinya terhadap Riyadh agar perang segera mereda.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article