Comscore Tracker

2 Orang Dihukum Atas Kematian 39 Migran Vietnam di Inggris

Para migran berasal dari wilayah miskin

London, IDN Times - Pada 2019 39 migran Vietnam yang berusaha menyelundup ke Inggris melalui truk justru tewas karena kekurangan oksigen. Tewasnya para migran tersebut membuat dua orang yang terlibat dalam penyelundupan ilegal tersebut diputuskan bersalah, pada Senin (22/12) oleh pengadilan Inggris.

1. Para migran berada di dalam truk lebih dari 11 jam

2 Orang Dihukum Atas Kematian 39 Migran Vietnam di InggrisIlustrasi Kamar Mayat (IDN Times/Sukma Shakti)

Melansir dari VOA News, dua orang yang terlibat dalam kematian 39 migran Vietnam diputuskan bersalah. Kedua orang itu adalah Eamonn Harrison, 24, seorang pengemudi truk dan Gheorghe Nica, 43, dari Essex, mereka diputuskan bersalah atas 39 dakwaan pembunuhan, dan satu tuduhan persekongkolan dalam membantu imigrasi yang melanggar hukum. Keduanya diputuskan bersalah setelah persidangan 10 minggu di Pengadilan Kriminal Pusat Inggris di London.

"Orang-orang yang dinyatakan bersalah hari ini menghasilkan uang dari penderitaan," kata Ben Julian Harrington, kepala polisi Essex, hukuman tersangka akan dilakukan di kemudian hari.

Para korban tewas sebagian besar berasal dari wilayah Vietnam tengah dan Utara, Provinsi Nghe An dan Ha Tinh, yang merupakan wilayah miskin di Vietnam. Mereka menuju Inggris dengan harapan memperoleh pekerjaan yang lebih menghasilkan.

Para migran Vietnam tersebut tewas di sebuah truk gandeng yang menyeberang dari Zeebrugge, Belgia, ke Purfleet, Inggris pada Oktober 2019. 39 migran yang tewas, termasuk pria, wanita dan anak-anak, berusia antara 15 dan 44 tahun, mereka tewas karena kekurangan oksigen karena berada di dalam kontainer kedap udara selama lebih dari 11 jam.

"Mereka meninggal karena kekurangan oksigen, berusaha mati-matian untuk melarikan diri dari wadah. Beberapa dapat mengungkapkan kata-kata terakhir mereka kepada keluarga mereka melalui ponsel mereka ketika mereka tahu situasi mereka tidak ada harapan. Tidak ada yang bisa mengembalikan nyawa yang tiada pada hari itu dan kerugian yang disebabkan oleh perilaku melanggar hukum dan berbahaya yang dilakukan oleh para terdakwa ini. Tapi kami berharap hukuman ini membawa penghiburan bagi keluarga mereka bahwa para pelaku tindakan ini telah menghadapi keadilan," kata Russell Tyner dari Divisi Kejahatan Terorganisir Crown Prosecution Service (CPS), yang dilansir dari CNN.

2. Mereka yang terlibat dalam tewasnya 39 Migran Vietnam

2 Orang Dihukum Atas Kematian 39 Migran Vietnam di InggrisIlustrasi Pelaku Pidana (IDN Times/Mardya Shakti)

Baca Juga: 14 Migran Ditemukan Tak Bernyawa di Pantai Timur Venezuela

Melansir dari BBC, pengadilan telah memeriksa tiga upaya penyelundupan dari kelompok yang menewaskan 39 migran Vietnam, dua penyelundupan berhasil pada 11 dan 18 Oktober, dan perjalanan terakhir pada 23 Oktober.

Mereka yang juga bersalah atas kematian 39 migran asal Vietnam adalah Christopher Kennedy, 24, seorang pengemudi truk, yang mengemudikan truk dari Purfleet pada dua penyeludupan sebelumnya, ia mengira sedang mengangkut rokok, namun dia diputuskan bersalah bersama satu orang lagi yaitu Valentin Calota, yang ikut membantu penyelundupan ilegal.

Dua pria lainnya, Ronan Hughes, 41, bos pengangkutan di Irlandia dan Maurice Robinson, 26, seorang pengemudi truk, mereka sebelumnya telah mengakui pembunuhan.

Harrison membawa truk ke pelabuhan di Zeebrugge, sebelum diangkut ke Purfleet, ia mengaku tidak tahu ada migran dalam dua truk lain yang dia bawa ke pelabuhan yang sama dalam 12 hari sebelumnya. Robinson yang selanjutnya membawa truk berisi para migran pada tengah malam 23 Oktober 2019.

Hughes bos Robinson sempat mengirimkan pesan kepada Robinson yang berbunyi, "Beri mereka udara dengan segera, jangan biarkan mereka keluar." Pesan tersebut dibalas Robinson dengan mengacungkan jempol.

Saat Robinson berhenti di kawasan industri terdekat, ia menemukan bahwa semua migran sudah dalam kondisi tak bernyawa. Nica yang mengatur membawa migran di Inggris telah diberitahu adanya mayat di truk, sebelum Robinson akhirnya melakukan panggilan darurat ke 999.

Orang-orang lainnya yang juga telah membantu penyelundupan adalah Alexandru-Ovidiu Hanga, 28, dan Gazmir Nuzi, 43.

3. Kelompok tersebut telah menyelundupkan orang selama berbulan-bulan

2 Orang Dihukum Atas Kematian 39 Migran Vietnam di InggrisIlustrasi truk yang mengangkut para migran Vietnam. Sumber:unplash.com/Matthew T Rader

Melansir dari BBC, kelompok penyelundupan manusia tersebut tersebut telah melakukan penyelundupkan orang selama berbulan-bulan. Mereka diduga memperoleh bayaran mencapai 10-12 ribu poundsterling untuk setiap migran atau sekitar 189-227 juta rupiah.

Polisi juga telah memiliki CCTV yang memperlihatkan Nica yang membawa tas berisi uang ke Hughes di sebuah hotel, pada 19 Oktober.

Pada penyelundupan sebelumnya tanggal 14 Oktober, Kennedy ditemukan di ujung Terowongan Channel, Prancis dengan membawa 20 migran Vietnam di dalam truk, dua orang migran meninggal dalam perjalanan berisiko tersebut. Karena hal tersebut Polisi menduga para penyelundup telah "menggandakan" muatan pada 23 Oktober dan hal tersebut sebagai salah satu penyebab kematian.

Pada penyelundupan pertama sepasang kekasih, Marie Andrews dan Stewart Cox, menyaksikan orang-orang keluar dari truk di jalur pedesaan di Orsett, Essex, dan menelepon 999, tapi polisi tidak menyita video CCTV dari lapangan golf terdekat tempat sebuah truk dan kendaraan lain terlihat di jalur tersebut, yang membuat para penyelundup masih bebas.

Saat ini dikabarkan, bila ada laporan dari orang-orang berada di dalam truk dan ada sopirnya, maka pengemudi itu akan ditangkap.

Hukuman para terdakwa akan diputuskan pada 7, 8 dan 11 Januari 2021.

Baca Juga: Kebakaran di Badalona Melanda Hunian Migran, 3 Orang Tewas

Ifan Wijaya Photo Verified Writer Ifan Wijaya

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya