Jakarta, IDN Times - Pemerintah negara bagian Benggala Barat, India, mulai mendeportasi hampir 5 ribu warga Bangladesh yang tidak memiliki dokumen resmi. Langkah ini dilakukan menyusul kemenangan Partai Bharatiya Janata (BJP) dalam pemilihan umum daerah setempat pada awal Juni 2026.
Kebijakan pemulangan ini menuai protes keras dari pemerintah Bangladesh dan sorotan dari kelompok hak asasi manusia. Untuk mendukung operasional kebijakan tersebut, India kini memperketat keamanan dan membangun pusat penahanan sementara di wilayah perbatasan.
