Gelombang Panas Landa India, 16 Orang Tewas

- Gelombang panas ekstrem di India menewaskan 16 orang di Telangana, dengan suhu mencapai lebih dari 45 derajat Celsius dan disebut sebagai dampak perubahan iklim yang makin intens.
- Pemerintah Telangana memperketat langkah antisipasi, mengeluarkan peringatan dini, serta mengimbau warga—terutama kelompok rentan—untuk tetap di rumah dan menghindari aktivitas luar ruangan saat siang hari.
- Departemen Meteorologi India memprediksi suhu di atas normal berlanjut, sementara ketergantungan negara pada batu bara masih tinggi meski target emisi nol bersih ditetapkan untuk tahun 2070.
Jakarta, IDN Times – Gelombang panas ekstrem kembali melanda sejumlah wilayah di India dan memicu korban jiwa. Berdasarkan laporan pejabat pada Minggu (24/5/2026), sedikitnya 16 orang di negara bagian Telangana, India selatan, meninggal dunia akibat sengatan panas atau heatstroke sepanjang musim panas ini, sementara suhu di beberapa wilayah menembus lebih dari 45 derajat Celsius.
Dilansir CNA, India memang kerap mengalami suhu tinggi saat musim panas. Namun, berbagai studi ilmiah menunjukkan perubahan iklim global membuat gelombang panas berlangsung lebih lama, muncul lebih sering, dan memiliki intensitas yang semakin kuat.
1. Pemerintah Telangana meningkatkan kewaspadaan wilayah

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Telangana langsung memperketat langkah antisipasi. Mengutip Turkiye Today, Menteri Pendapatan Telangana Ponguleti Srinivasa Reddy meminta seluruh wilayah meningkatkan kewaspadaan demi melindungi kesehatan warga.
Melalui pernyataan resmi kantornya, Reddy menyampaikan bahwa itensitas panas telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kantor tersebut juga meminta pejabat lokal segera mengeluarkan peringatan dini terkait langkah pencegahan bagi masyarakat.
Dari sisi kesehatan, paparan suhu ekstrem dalam waktu panjang disebut dapat memicu dehidrasi berat. Kondisi itu berisiko membuat darah mengental hingga menyebabkan organ vital tubuh berhenti berfungsi secara mendadak.
Pemerintah turut mengimbau kelompok rentan seperti lanjut usia, anak-anak, dan perempuan hamil agar tetap berada di dalam rumah. Warga juga diminta menghindari aktivitas luar ruangan pada siang hari.
2. Departemen Meteorologi India memprediksi suhu di atas normal

Departemen Meteorologi India (IMD) sebelumnya telah memperkirakan suhu di atas normal akan melanda sejumlah wilayah negara tersebut. Lembaga itu juga memprediksi gelombang panas intens bakal mengepung beberapa daerah di India.
Di New Delhi dan kawasan sekitarnya, suhu terus bertahan di atas 40 derajat Celsius sepanjang pekan. Situasi itu memicu lonjakan penggunaan pendingin ruangan hingga permintaan listrik mencatat rekor tertinggi.
Suhu hangat juga bertahan pada malam hari di sejumlah wilayah ibu kota. Kondisi tersebut membuat banyak warga kehilangan kesempatan beristirahat dan memulihkan diri dari panas pada siang hari.
3. India mempertahankan ketergantungan energi batu bara

Kondisi cuaca ekstrem ini kembali menyoroti posisi India dalam isu iklim global. Dengan populasi sekitar 1,4 miliar jiwa, India saat ini menjadi negara penghasil emisi gas rumah kaca terbesar ketiga di dunia.
Pada saat yang sama, India masih bergantung pada batu bara sebagai sumber utama pembangkit listrik. Meski begitu, pemerintah telah menetapkan target mencapai emisi nol bersih atau net-zero emission pada 2070.
Suhu tinggi tahun ini juga menambah daftar cuaca ekstrem di Asia Selatan. Sebagai catatan historis, suhu tertinggi yang pernah tercatat secara resmi di India mencapai 51 derajat Celsius di Phalodi, Rajasthan, pada 2016.



















