Jakarta, IDN Times – Industri pertahanan Iran meningkatkan kapasitas produksi senjata dan peralatan militer hingga 2,5 kali lipat dibandingkan kondisi sebelum konflik bersenjata terbaru. Lini manufaktur militer itu disebut terus beroperasi tanpa henti meski berada dalam fase perang paling kritis.
Peningkatan tersebut dicapai melalui mobilisasi industri pertahanan nasional secara menyeluruh serta keterlibatan berbagai perusahaan berbasis teknologi. Panglima Angkatan Darat Iran, Mayor Jenderal Amir Hatami, menyampaikan penilaian itu saat bertemu Direktur Pengelola Organisasi Industri Pertahanan sekaligus calon Menteri Pertahanan, Mehrdad Akhlaqi.
Hatami menyebut upaya pihak lawan untuk mengganggu rantai pasokan militer telah gagal. Ia mengatakan sektor manufaktur domestik kini menjadi tumpuan utama bagi kesiapan pasukan tempur di lapangan.
“Musuh-musuh bersumpah Republik Islam menghadapi kebingungan bersejarah dalam menghadapi kekuatan bangsa besar Iran dan setiap hari melontarkan retorika kosong,” kata Hatami, dikutip Mehr News Agency.
