Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Industri Pertahanan Iran Tingkatkan Produksi Senjata 2,5 Kali Lipat
ilustrasi rudal (unsplash.com/Moslem Daneshzadeh)
  • Iran menyatakan kapasitas produksi senjata dan peralatan militernya naik 2,5 kali lipat melalui mobilisasi industri nasional, dengan sejumlah sistem persenjataan tumbuh lebih dari tiga kali lipat.
  • Menurut pejabat Iran, manufaktur domestik menjaga pasokan logistik tempur setelah upaya gangguan rantai pasokan disebut gagal; produksi lebih dari seribu jenis sistem senjata disesuaikan kebutuhan operasional.
  • Iran menyatakan siap membalas agresi baru dengan senjata lebih canggih, sambil melanjutkan dialog pertahanan dan konsultasi strategis dengan Rusia serta China.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Industri pertahanan Iran meningkatkan kapasitas produksi senjata dan peralatan militer hingga 2,5 kali lipat dibandingkan kondisi sebelum konflik bersenjata terbaru. Lini manufaktur militer itu disebut terus beroperasi tanpa henti meski berada dalam fase perang paling kritis.

Peningkatan tersebut dicapai melalui mobilisasi industri pertahanan nasional secara menyeluruh serta keterlibatan berbagai perusahaan berbasis teknologi. Panglima Angkatan Darat Iran, Mayor Jenderal Amir Hatami, menyampaikan penilaian itu saat bertemu Direktur Pengelola Organisasi Industri Pertahanan sekaligus calon Menteri Pertahanan, Mehrdad Akhlaqi.

Hatami menyebut upaya pihak lawan untuk mengganggu rantai pasokan militer telah gagal. Ia mengatakan sektor manufaktur domestik kini menjadi tumpuan utama bagi kesiapan pasukan tempur di lapangan.

“Musuh-musuh bersumpah Republik Islam menghadapi kebingungan bersejarah dalam menghadapi kekuatan bangsa besar Iran dan setiap hari melontarkan retorika kosong,” kata Hatami, dikutip Mehr News Agency.

1. Iran tingkatkan kapasitas produksi sistem persenjataan

ilustrasi persiapan amunisi militer (pexels.com/Art Guzman)

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Reza Talaei-Nik, menjelaskan kapasitas produksi militer tiga bulan sebelumnya baru mencapai dua kali lipat setelah Perang Ramadhan atau perang 40 hari. Kini, angka tersebut meningkat menjadi 2,5 kali lipat, sedangkan produksi sejumlah sistem persenjataan tertentu tumbuh lebih dari tiga kali lipat.

Iran saat ini mampu membuat lebih dari seribu jenis sistem senjata dengan volume produksi yang dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan operasional. Rencana manufaktur persenjataan juga diperbarui secara berkala mengikuti dinamika pertempuran di lapangan.

Seluruh skema produksi berada di bawah arahan Staf Umum Angkatan Bersenjata serta Markas Pusat Khatam al-Anbiya yang berperan sebagai komando koordinator operasi militer Iran. Pengaturan tersebut ditujukan untuk memastikan pasokan logistik tentara tetap berjalan dalam berbagai kondisi darurat.

2. Iran siapkan respons militer terhadap agresi baru

ilustrasi perang AS-Israel melawan Iran (unsplash.com/Saifee Art)

Hatami menyatakan kalkulasi strategi pihak lawan berhasil dipatahkan di bawah kepemimpinan Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, dengan dukungan masyarakat. Sementara itu, Talaei-Nik memperingatkan bahwa tindakan agresi baru pada masa mendatang akan dibalas dengan dampak yang lebih merugikan bagi pihak penyerang.

“Jika musuh melakukan perhitungan yang salah, ia pasti akan menghadapi senjata yang lebih canggih dan respons yang berat dari Angkatan Bersenjata,” kata Talaei-Nik, Tehran Times.

Talaei-Nik juga menyebut penuntutan atas kejahatan perang sebagai komitmen yang terus dipegang, termasuk pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam terdahulu, Seyyed Ali Khamenei, serta gugurnya warga sipil dan pelajar. Penghentian manuver rezim Zionis dan pengakhiran kehadiran militer Amerika Serikat (AS) di kawasan dinilai sebagai capaian dari perang 12 hari dan 40 hari yang akan dituntaskan melalui dinamika berikutnya.

3. Iran lanjutkan dialog pertahanan dengan Rusia-China

Bendera Iran (pexels.com/Engin Akyurt)

Di bidang diplomasi luar negeri, Iran tetap menjalankan dialog pertahanan dengan Rusia dan China berdasarkan hubungan kerja sama yang telah berlangsung lama. Konsultasi strategis kedua negara mencakup berbagai agenda keamanan yang masih berjalan hingga saat ini.

Setelah mantan Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh gugur, kepemimpinan kementerian sempat diteruskan oleh Brigadir Jenderal Ebn-al-Reza. Masa transisi di bawah Ebn-al-Reza tersebut dilaporkan diisi dengan berbagai pencapaian di bidang pertahanan sebelum pejabat baru dicalonkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article