Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

AS Usir 2 Delegasi Iran di Tengah Kebuntuan Diplomatik

3 min read
AS Usir 2 Delegasi Iran di Tengah Kebuntuan Diplomatik
ilustrasi ruang negosiasi (pexels.com/Jan van der Wolf)
  • AS mengusir dua anggota delegasi Iran yang masih berada di New York melewati batas kunjungan pasca-Sidang Umum PBB, di tengah perundingan bilateral yang buntu.
  • Satu anggota delegasi Iran pulang pada 2 Oktober 2026 dan lainnya pada 3 Oktober, sementara Teheran membantah pengusiran serta menyebut keberangkatan telah sesuai jadwal.
  • Ketegangan meningkat setelah Donald Trump menolak proposal Iran mengenai Selat Hormuz; Teheran menyatakan belum ada jadwal perundingan langsung lanjutan dengan Washington.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Amerika Serikat (AS) mengusir dua anggota delegasi Iran dari New York setelah mereka tetap berada di wilayah tersebut melewati batas waktu kunjungan usai Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Perintah itu dikeluarkan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio ketika perundingan kedua negara mengalami kebuntuan. Seorang pejabat AS mengonfirmasi kepada AFP bahwa tindakan tersebut ditujukan untuk menghentikan anggota delegasi yang dinilai bertahan melebihi waktu kunjungan.

Keputusan awal yang meminta delegasi Iran keluar diterbitkan pada Senin (28/9/2026), setelah seluruh rangkaian agenda tingkat tinggi PBB berakhir. Kebijakan itu diambil ketika perundingan bilateral AS dan Iran masih berada dalam kondisi beku.

  1. 1. Delegasi Iran meninggalkan AS secara bertahap

    Bendera Iran
    Bendera Iran (pexels.com/Engin Akyurt)

    Pihak AS mengambil langkah pengusiran setelah Deplu AS mengetahui dari Misi Iran untuk PBB pada Jumat (2/10/2026) bahwa dua anggota delegasi masih berada di New York. Axios melaporkan, satu anggota berangkat pada Jumat (2/10/2026) malam, sedangkan anggota lainnya menyusul pada Sabtu (3/10/2026) pagi. Sebelumnya, informasi yang diperoleh NewsNation dari Deplu AS menyebut visa delegasi inti Iran telah disetujui sebulan sebelum Sidang Umum PBB dimulai.

    Dua pejabat yang dikutip The Associated Press menyebut Presiden Iran Masoud Pezeshkian meninggalkan New York sehari setelah menyampaikan pidato di PBB. Menlu Iran Abbas Araghchi kemudian meninggalkan kota tersebut pada Selasa (29/9/2026) sangat pagi.

    Di sisi lain, pihak delegasi Iran membantah telah diusir dan menyatakan mereka meninggalkan New York pada Senin (28/9/2026) malam sesuai jadwal yang telah disepakati bersama Deplu AS sejak 17 September 2026. Delegasi Iran juga menuduh Deplu AS menyebarkan informasi yang tak berdasar setelah perundingan kedua negara gagal mencapai kesepakatan.

  2. 2. Trump menolak proposal Iran soal Selat Hormuz

    Penampakan Selat Hormuz dari satelit
    Penampakan Selat Hormuz dari satelit (Jacques Descloitres, MODIS Land Rapid Response Team, NASA/GSFC, Public domain, via Wikimedia Commons)

    Ketegangan diplomatik AS dan Iran kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal Teheran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan minyak dunia. Trump tetap memperkirakan pembicaraan dengan Iran berpeluang berlanjut dalam beberapa hari mendatang. Namun, kantor berita IRNA melaporkan pihak Teheran menyatakan belum ada jadwal perundingan langsung lanjutan dengan Washington.

    Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani mengonfirmasi tim negosiator telah menerima tanggapan resmi AS mengenai proposal tersebut. Ia tak membeberkan perincian tanggapan itu, sementara pemerintah AS tetap mengambil kebijakan tegas di tengah komunikasi kedua negara yang belum menemukan titik temu.

  3. 3. Garda Revolusi Iran soroti pemilu AS

    ilustrasi militer (pexels.com/Somchai Komkamsri)
    ilustrasi militer (pexels.com/Somchai Komkamsri)

    Surat yang diperoleh The Times of Israel memuat imbauan Juru Bicara Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Jenderal Hossein Mohebbi kepada pemilih di AS menjelang pemilihan sela.

    “Meskipun politisi AS sering memenangkan suara Anda melalui penipuan dan janji-janji palsu, seperti yang dilakukan Trump, Anda dapat mengubah susunan pemerintahan jika Anda menerapkan kriteria kepemimpinan yang baik dalam memilih orang-orang yang Anda pilih untuk menduduki jabatan,” kata Mohebbi, dikutip The Hill.

    Surat tersebut memunculkan tuduhan bahwa Teheran sengaja memperpanjang konflik untuk melemahkan posisi politik Trump di dalam negeri. Konflik yang telah berlangsung tujuh bulan itu semakin tak populer akibat inflasi barang dan kenaikan harga bahan bakar yang menekan kampanye Partai Republik, sehingga sejumlah kandidat menjaga jarak dari Trump serta menyerukan penghentian perang dan pencabutan blokade angkatan laut AS di lepas pantai Iran.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More