Jakarta, IDN Times – Warga Iran mulai kembali memperoleh akses internet secara terbatas setelah pemadaman nasional yang berlangsung hampir sepanjang 2026. Meski begitu, koneksi disebut masih lambat, tak merata, dan tetap dibatasi ketat di sejumlah platform utama.
Menurut Euro News, data pemantauan langsung memperlihatkan pemulihan konektivitas sebagian pada Selasa (26/5/2026) setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian memerintahkan pembukaan kembali akses internet internasional. Namun, situasi sempat berubah tak pasti usai Pengadilan Kehakiman Administratif menangguhkan keputusan tersebut setelah menerima pengaduan, sehingga memicu ketidakjelasan hukum dan digital pada hari ke-88 pemadaman.
Para pengguna kemudian melaporkan layanan internet mulai kembali aktif, meski aplikasi seperti YouTube dan Instagram masih dibatasi berat seperti sebelum pemadaman dimulai saat gelombang protes Januari lalu. Perusahaan pemantau internet NetBlocks menyebut tingkat konektivitas telah kembali sekitar 86 persen dari kondisi sebelum pemadaman, sedangkan perusahaan analisis jaringan Kentik mencatat lalu lintas internet riil baru menyentuh sekitar 40 persen.
