Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Iran Ancam Perluas Perang ke Samudra Hindia jika AS Menyerang Lagi
Bendera Iran (unsplash.com/sina drakhshani)

  • Iran memperingatkan konflik dapat meluas hingga Samudra Hindia jika AS kembali menyerang, setelah medan konflik disebut telah bergeser dari Teluk Persia dan Selat Hormuz ke Laut Merah.
  • IRGC menyiapkan perubahan strategi, wilayah pertempuran, dan penggunaan persenjataan untuk menghadapi konfrontasi berkepanjangan, sambil mempertahankan pembatasan akses Selat Hormuz selama blokade terhadap Iran berlanjut.
  • Houthi menguasai pesisir barat Yaman, termasuk Mocha, Pulau Perim, dan Kepulauan Hanish, sehingga memperkuat kendali mereka atas Selat Bab al-Mandab yang vital bagi pelayaran menuju Terusan Suez.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran memperingatkan kemungkinan perluasan konflik maritim ke perairan internasional jika Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer. Pernyataan itu diumumkan secara terbuka oleh otoritas Teheran pada Kamis (24/9/2026).

Peringatan tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran komersial. Eskalasi di perairan terbuka dinilai dapat mengganggu stabilitas kawasan dan distribusi energi global.

1. Penasihat pemimpin tertinggi Iran sebut Samudra Hindia jadi target

potret kapal penjelajah Ticonderoga Class-USS Cape St. George (CG-71) yang sedang berlayar di Samudra Hindia tahun 2008 silam ketika mendukung operasi maritim di area armada ke-5 AS (commons.wikimedia.org/Dustin Kelling)

Pernyataan mengenai kemungkinan perluasan wilayah tempur disampaikan melalui rekaman video resmi yang dirilis kantor berita Fars. Otoritas pertahanan Iran menegaskan perluasan medan laut menjadi opsi untuk membalas setiap aksi militer lawan.

“Konflik telah melebar dari Teluk Persia dan Selat Hormuz ke Laut Merah, sehingga garis depan sangat mungkin meluas hingga mencapai Samudra Hindia,” kata Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Yahya Rahim Safavi, dilansir Daily Sabah.

Pernyataan itu menjadi kali pertama pejabat lingkaran inti Teheran secara terbuka menyebut Samudra Hindia sebagai target operasional. Militer Iran juga menyatakan sistem radar pertahanan mereka telah memantau pergerakan kapal perang asing yang melintas di kawasan tersebut.

2. IRGC siapkan perubahan strategi dan persenjataan

potret kapal milik IRGC (commons.wikimedia.org/NAVCENT Public Affairs)

Menghadapi potensi konfrontasi jangka panjang, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan kesiapan mengubah taktik pertahanan dan serangan balasan. Militer Iran telah menyusun rencana operasional baru untuk mengantisipasi serangan berkelanjutan.

“Perubahan strategi mencakup pergeseran wilayah pertempuran serta pembaruan penggunaan peralatan persenjataan,” ujar Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam, Hossein Mohebbi.

Militer Iran turut mengidentifikasi sejumlah instalasi strategis baru sebagai target potensial. Otoritas Teheran menegaskan pembatasan akses di Selat Hormuz akan tetap berlaku selama blokade sepihak terhadap negaranya belum dicabut.

3. Milisi Houthi ambil alih Selat Bab al-Mandab

Selat Bab al-Mandab (Earth Science and Remote Sensing Unit, NASA Johnson Space Center, Public Domain, via Wikimedia Commons)

Di Laut Merah bagian selatan, kelompok milisi Houthi berhasil menguasai seluruh pesisir barat Yaman, termasuk kota pelabuhan Mocha serta Pulau Perim dan Kepulauan Hanish.

“Seluruh wilayah pesisir barat yang sebelumnya berada di bawah kendali kami kini telah jatuh,” kata seorang pejabat militer pemerintah Yaman.

Keberhasilan tersebut memperkuat kendali Houthi atas Selat Bab al-Mandab, jalur pelayaran penting menuju Terusan Suez. Industri pelayaran global semakin khawatir karena rute kapal komersial kini berada dalam jangkauan artileri milisi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article