Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Iran Bantah Terlibat Dugaan Rencana Serangan Pangkalan Inggris
Pangkalan Udara Inggris RAF Fairford (Steve Lynes from Sandshurst, United Kingdom, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
  • Iran membantah terlibat dalam dugaan rencana serangan terhadap RAF Fairford, menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar dan propaganda Iranofobia.
  • Polisi antiteror Inggris menyelidiki motif serta kemungkinan keterlibatan aktor asing setelah menangkap lima pria London, yang kini dibebaskan dengan jaminan bersyarat.
  • Insiden terungkap dari laporan petani soal tiga van mencurigakan; 85 keluarga dievakuasi, sementara pemeriksaan tim penjinak bom tidak menemukan bahan peledak aktif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran membantah terlibat dalam dugaan rencana serangan teror terhadap pangkalan udara RAF Fairford di Gloucestershire, Inggris pada Minggu (27/9/2026). Tuduhan itu mencuat setelah kepolisian Inggris menangkap lima pria yang dicurigai membawa bahan peledak di dekat area instalasi militer tersebut.

Pangkalan udara milik militer Inggris ini digunakan oleh angkatan udara Amerika Serikat (AS) untuk melancarkan operasi militer terhadap Iran. Kelima pria asal London yang berusia 20-an tahun tersebut telah dibebaskan dengan jaminan bersyarat pada Senin. Namun, kepolisian antiteror Inggris memastikan proses penyidikan kasus ini masih terus berjalan.

1. Kedubes Iran sebut tuduhan tidak berdasar

ilustrasi bendera Iran. (unsplash.com/sina drakhshani)

Kedutaan Besar Iran di London merilis pernyataan resmi untuk menepis tuduhan yang mengaitkan Teheran dengan insiden itu. Pihak kedutaan menegaskan bahwa kabar yang disebarkan sejumlah pihak dan media di Inggris sama sekali tidak berdasar.

Teheran menilai spekulasi tersebut sengaja diembuskan untuk menyudutkan posisi Iran di tengah konflik yang sedang berlangsung. Pihak kedutaan juga menegaskan hak mereka untuk mengambil tindakan hukum terhadap peredaran berita yang menyesatkan.

"Peredaran spekulasi tak berdasar ini hanya bertujuan menyebarkan propaganda Iranofobia di Inggris," tegas Kedutaan Besar Iran di London, dilansir Fox News.

2. Polisi telusuri dugaan keterlibatan pihak asing

ilustrasi polisi. (unsplash.com/ James Eades)

Kepolisian Antiteror Inggris saat ini sedang mendalami motif dan dugaan keterlibatan aktor internasional di balik rencana serangan tersebut. Tim penyidik menelusuri berbagai kemungkinan, mulai dari keterlibatan negara seperti Iran dan Rusia hingga jaringan kelompok bersenjata non-negara.

Kepala Kepolisian Antiteror Inggris Laurence Taylor memastikan kelima tersangka dikenakan aturan ketat terkait pembatasan gerak dan komunikasi. Taylor menegaskan bahwa pemberian jaminan tidak menghentikan langkah aparat untuk membongkar kasus ini.

Presiden AS Donald Trump ikut menanggapi penangkapan tersebut dan menyebut ada indikasi kaitan dengan Teheran. Trump secara terbuka mengkritik langkah penegak hukum Inggris yang melepas para terduga pelaku dengan jaminan.

"Iran memiliki rekam jejak panjang melancarkan rencana teror di Inggris melalui proksi kelompok kriminal guna menutupi keterlibatannya," ujar Direktur Kebijakan United Against Nuclear Iran Jason Brodsky, dilansir Fox News.

3. Petani curiga lihat konvoi van menuju pangkalan

Kasus ini terungkap setelah seorang petani lokal memergoki pergerakan tiga mobil van putih yang mencurigakan pada Minggu dini hari. Saksi mata melihat sekelompok orang dengan penutup wajah kabur ke arah ladang saat mobilnya mendekat, lalu langsung menghubungi layanan darurat kepolisian.

Petugas kepolisian bersama tim penjinak bom militer segera diterjunkan untuk memeriksa ketiga mobil tersebut. Aparat keamanan juga mengevakuasi sekitar 85 keluarga di Desa Whelford yang berada dekat dengan pangkalan guna mencegah risiko ledakan.

Kondisi dinyatakan aman setelah tim penjinak bom menyisir kendaraan dan tidak menemukan bahan peledak aktif di lokasi kejadian. Warga desa yang sempat dievakuasi kini telah diizinkan kembali ke rumah masing-masing.

Menurut NPR, RAF Fairford merupakan pangkalan militer yang menjadi markas bagi pesawat pengebom AS jenis B-1 dan B-52. Pangkalan ini berada dalam status siaga tinggi setelah Garda Revolusi Iran mengancam akan menyerang instalasi militer mana pun yang dipakai AS untuk menggempur wilayah Iran.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article