Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

PM Inggris Sebut Iran Diduga Terlibat dalam Insiden di Fairford

2 min read
PM Inggris Sebut Iran Diduga Terlibat dalam Insiden di Fairford
Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham. (Number 10, OGL 3, via Wikimedia Commons)
  • PM Inggris Andy Burnham menyebut Iran diduga terlibat dalam insiden dekat Pangkalan Udara Fairford, ketika lima orang dicurigai menanam bom.
  • Kelima terduga pelaku dibebaskan dengan syarat sangat ketat sambil penyelidikan berlanjut; investigasi awal polisi anti-teror tidak menemukan alat peledak.
  • Inggris menegaskan menolak intimidasi dan aktivitas kelompok afiliasi Iran, serta mendesak Teheran meredakan konflik melalui diplomasi dan membuka kembali Selat Hormuz.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Inggris, Andy Burnham, pada Rabu (30/9/2026), mengatakan bahwa Iran ikut terlibat dalam insiden di Pangkalan Udara Inggris, Fairford. Terdapat dugaan lima orang menanam bom di dekat pangkalan militer tersebut. 

Beberapa bulan terakhir, hubungan Inggris dan Iran terus memanas. Pada Juli, Inggris sudah menarik seluruh staf diplomatik di Teheran imbas memburuknya hubungan dan keamanan di kawasan Timur Tengah. 

  1. 1. Burnham sebut pelaku dibebaskan dengan syarat ketat

    ilustrasi bendera Inggris Raya
    ilustrasi bendera Inggris Raya (pexels.com/mikebird)

    Burnham mengaku bahwa memang kelima terduga pelaku memang dibebaskan dengan syarat. Namun, ia menekankan bahwa pembebasan dengan syarat ini sangat ketat dan tidak akan dilonggarkan. 

    “Saya pikir orang harus paham bahwa ketika mereka dibebaskan. Ini bukan seperti yang mereka pikirkan. Ini tentu dengan pembebasan bersyarat ketat,” terangnya, dikutip dari BBC.

    Sementara itu, insiden ini masih terus diselidiki oleh petugas kepolisian Inggris. Namun, ia mempercayai ada pihak asing dan kemungkinan Iran di balik aksi kali ini. 

  2. 2. Inggris tidak temukan alat peledak di pangkalan RAF

    ilustrasi ledakan bom
    ilustrasi ledakan bom (unsplash.com/kingmaphotos)

    Kepala Polisi Anti-Teroris Inggris, Laurence Taylor menyatakan bahwa tidak ditemukan alat peledak dalam investigasi awal. Keputusan membebaskan para terduga pelaku didasarkan pada investigasi awal. 

    “Saya paham kenapa perkembangan ini mengejutkan banyak pihak, tapi saya mengingatkan bahwa keputusan ini dari hasil investigasi dan didasarkan pada pengalaman, serta kehati-hatian,” terangnya, dikutip dari TVP World.

  3. 3. Inggris tolak intimidasi dari Iran

    ilustrasi bendera Iran
    ilustrasi bendera Iran (unsplash.com/akbarnemati)

    Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Inggris, Ed Miliband mengatakan bahwa negaranya tidak menerima intimidasi atau ancaman. Mereka tidak akan menerima segala bentuk aktivitas kelompok afiliasi Iran di negaranya. 

    Dilansir DPA International, Miliband mendesak Iran untuk memilih deeskalasi konflik dan melanjutkan proses diplomasi untuk mengakhiri perang di negaranya. Ia menekankan pentingnya mengembalikan kebebasan navigasi dan pembukaan Selat Hormuz. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More