"Kemampuan rezim Iran untuk mendanai mesin perangnya dan menebar teror di dunia telah sangat berkurang berkat Operasi Economic Outcast. Aksi hari ini secara langsung menargetkan para pendukung Iran dan meletakkan dasar bagi Amerika Serikat dan mitra kami untuk menguras pendapatan rezim tersebut sekali dan untuk selamanya," kata Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dalam pernyataannya di laman resmi Kemenkeu AS, seperti dilansir CNBC.
AS Beri Sanksi Baru ke 5 Industri Vital Iran, Ini Daftarnya

- AS menjatuhkan sanksi ekonomi baru pada 1 Oktober 2026 terhadap sektor kereta api, otomotif, manufaktur, pertambangan, dan logam Iran, termasuk perusahaan di luar negeri yang berafiliasi.
- PT Golden Motorcycle International dari Indonesia ikut disanksi karena disebut memasok suku cadang kepada Niroo Motor Damavand Company di Iran, bersama perusahaan dari UEA, Turki, dan Hongkong.
- Sanksi ini menjadi bagian Operasi Economic Outcast yang diluncurkan Presiden Donald Trump untuk menguras pendapatan Iran; sebelumnya AS juga menyanksi seluruh maskapai penerbangan Iran.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat (AS) kembali memberi sanksi ekonomi terbaru untuk Iran. Sanksi kali ini diberikan untuk lima industri vital milik Teheran yang terdiri dari industri kereta api, otomotif, manufaktur, pertambangan, dan logam. Sanksi tersebut diumumkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) AS pada Kamis (1/10/2026).
1. Sanksi terbaru AS menyasar banyak perusahaan yang berafiliasi dengan Iran

potret bendera Iran (pexels.com/Engin Akyurt) Dalam sanksi kali ini, ada banyak perusahaan industri kereta api, otomotif, manufaktur, pertambangan, dan logam yang terkena dampaknya. Perusahaan-perusahaan tersebut ada yang berasal dari Iran dan ada juga yang berasal dari luar negeri. Sanksi ini membuat operasi perusahaan-perusahaan tersebut terganggu sehingga tidak bisa menghasilkan keuntungan. Berikut daftarnya.
Daftar Perusahaan yang Berafiliasi dengan Industri Iran Perusahaan Kereta Api
1. Islamic Republic of Iran Railway Company (RAI);
2. Raja Passenger Trains Company;
3. Sherkat-E Rah Ahan-E Khamle-O-Naghle.
Perusahaan Otomotif
1. Iran Khodro Company (IKCO);
2. SAIPA Iranian Automobile Manufacturing Company (SAIPA);
3. Iran Khodro Diesel;
4. Pars Khodro Company;
5. Zamyad Company;
6. Niroo Motor Shiraz Industrial and Manufacturing Company (Niroo Motor Shiraz);
7. Niroo Motor Damavand Company.
Perusahaan Manufaktur
1. HEPCO Shanghai Co., Ltd (HEPCO Shanghai)
Perusahaan pertambangan
1. Heavy Equipment Production Company (HEPCO)
Perusahaan Logam
1. Silver Line Metal Trading LLC;
2. Tech-Trade International Impex GmbH.
2. Perusahaan dari Indonesia juga ikut terkena sanksi AS

potret bendera Indonesia (pexels.com/Iqbal Kurniawan) Lebih lanjut, sanksi kali ini juga diberikan ke perusahaan yang menjadi jaringan pemasok suku cadang bagi industri otomotif Iran. Menariknya, ada perusahaan dari Indonesia yang terkena sanksi tersebut. Perusahaan itu bernama PT Golden Motorcycle International. Menurut Kemenkeu AS, perusahaan tersebut kerap mengirim pasokan suku cadang ke Niroo Motor Damavand Company.
Selain perusahaan dari Indonesia, sanksi juga diberikan ke perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA), Hongkong, dan Turki. Mereka terdiri dari Integrated Auto Parts LLC (UEA), Troy Trading Arac Parcalari Sanayi Ve Ticaret Limited Sirketi (Turki), Hessenberg Co., Limited (Hongkong), dan Tanex Global Trading Hong Kong Limited (Hongkong). Sama seperti PT Golden Motorcycle International dari Indonesia, semua perusahaan tersebut juga berafiliasi dengan Iran.
3. Sanksi terbaru ke Iran merupakan bagian dari operasi Economic Outcast

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/Matt Johnson via commons.wikimedia.org/Matt Johnson) Bessent menjelaskan, semua sanksi ini merupakan bagian dari operasi Economic Outcast yang diluncurkan oleh Presiden AS, Donald Trump, pada 24 Agustus lalu. Misi operasi ini sama dengan operasi Economic Furry yang diluncurkan Trump ketika mulai berperang dengan Iran pada 28 Februari lalu. Dengan operasi ini, Trump ingin menghancurkan ekonomi Teheran dari dasar agar mereka tidak bisa melanjutkan perang melawan Washington.
Pada 21 September lalu, AS juga memberikan sanksi terhadap seluruh maskapai penerbangan milik Iran. Dalam pernyataannya, Bessent mengatakan bahwa kebijakan ini praktis membuat semua maskapai penerbangan Iran tidak akan bisa beroperasi lagi secara global. Artinya, semua pesawat yang berasal dari maskapai Iran tidak akan bisa mengudara ke luar negeri.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















