Jakarta, IDN Times - Reza Pahlavi, putra Shah terakhir Iran yang digulingkan dalam Revolusi Islam 1979, menyatakan bahwa kemenangan atas Republik Islam itu sudah di depan mata setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan pada Sabtu (28/2/2026).
Pahlavi, yang kini hidup dalam pengasingan di Washington, sebelumnya telah berulang kali meminta Presiden AS, Donald Trump, untuk melakukan intervensi terhadap pemerintah Iran.
“Kita sudah berada sangat dekat dengan kemenangan akhir. Saya berharap dapat segera berada di tengah-tengah Anda, sehingga bersama-sama kita bisa merebut kembali dan membangun kembali Iran,” katanya dalam video yang diunggahnya tak lama setelah serangan tersebut, dikutip dari The Straits Times.
