AS-Israel Serang Iran, Cellios: Harga Minyak Global Bisa Tembus US$120

- Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas geopolitik dan pasar energi dunia.
- Harga minyak dunia naik dari sekitar 65 dolar AS menjadi 73 dolar AS per barel sejak awal Februari akibat meningkatnya ketegangan tersebut.
- Celios memperingatkan harga minyak bisa menembus 120 dolar AS per barel, berpotensi menimbulkan inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi global.
Jakarta, IDN Times - Eskalasi konflik serangan Israel bersama Amerika Serikat (AS) ke Teheran dan sejumlah kota lainnya di Iran berpotensi memicu lonjakan harga minyak global. Direktur Ekonomi Digital di Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda mengatakan kenaikan harga minyak masih berpotensi berlanjut apabila ketegangan geopolitik tidak segera mereda.
Dalam catatannya, harga minyak yang sebelumnya berada di kisaran 65 dolar AS per barel pada awal Februari kini telah menyentuh level 73 dolar AS per barel.
"Yang pasti adalah kenaikan harga minyak akan cukup signifikan. Bukan tidak mungkin harga minyak global bisa menyentuh 120 dolar AS per barel seperti saat Rusia menginvasi Ukraina,” ujar Huda kepada IDN Times, Ssbtu (28/2/2026).
Menurutnya, langkah Amerika Serikat tersebut berisiko menimbulkan gejolak global serupa dengan konflik Rusia–Ukraina. Lonjakan harga energi akan memicu tekanan inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia.
















![[QUIZ] Cari Tahu Ide Bisnis yang Cocok dari Shio Kamu](https://image.idntimes.com/post/20240328/10817217-19406371-d1bc7980c62d880a91283408a334e32a.jpg)

