Jakarta, IDN Times - Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) disebut telah mengeksploitasi anak-anak dan kaum perempuan di Iran untuk kepentingan perang. Fakta tersebut disampaikan oleh lembaga think tank yang fokus membahas isu di Kawasan Timur Tengah bernama Jerusalem Center for Security and Foreign Affairs (JCFA).
Dalam laporan JCFA yang dikutip Jerusalem Post, Minggu (18/10/2026), peneliti senior JCFA, Ella Rosenberg, mengatakan, IRGC sengaja melakukan perdagangan manusia (human trafficking) terhadap anak-anak dan perempuan di Iran untuk mendapatkan dana perang. Bahkan, IRGC juga tega menjadikan perempuan di Iran sebagai budak seks agar bisa mendapatkan uang.
