Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Iran Dituduh Beri Info Intelijen ke Houthi untuk Serang Arab Saudi

2 min read
Iran Dituduh Beri Info Intelijen ke Houthi untuk Serang Arab Saudi
potret bendera Iran (unsplash.com/mostafa meraji)
  • Laporan WSJ mengutip eks pejabat Israel Danny Citrinowicz yang menuduh Iran memberi intelijen target vital Arab Saudi, termasuk bandara dan fasilitas minyak, kepada Houthi.
  • Citrinowicz menyebut Iran dan Houthi memiliki kerja sama operasional serta strategi serangan; Arab Saudi juga menuduh Teheran memasok senjata, melatih, dan mendukung milisi itu.
  • Iran membantah terlibat, menyatakan Houthi bertindak independen, meski Garda Revolusi Iran memuji peningkatan serangan Houthi ke Arab Saudi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran dituduh membantu milisi Houthi untuk menyerang target-target vital yang ada di Arab Saudi dalam eskalasi perang yang terjadi beberapa hari terakhir. Tuduhan itu termuat dalam laporan Wall Street Journal (WSJ) berdasarkan keterangan seorang eks pejabat Israel, Danny Citrinowicz, yang dirilis pada Sabtu (17/10/2026).

Dalam laporan WSJ, Citrinowicz mengatakan, Iran sengaja menyediakan informasi intelijen soal target-target vital yang ada di Arab Saudi. Beberapa di antaranya seperti bandara dan fasilitas minyak. Itulah mengapa Houthi dalam beberapa hari terakhir ini sering menyerang bandara dan fasilitas minyak yang ada di negara Muslim tersebut.

  1. 1. Iran ingin Houthi menyerang Arab Saudi

    Serangan yang menyebabkan kebakaran besar.
    ilustrasi serangan (pexels.com/Edu Raw)

    Citrinowicz mengatakan bahwa keterkaitan antara Iran dan Houthi dalam eskalasi serangan ke Arab Saudi sangat erat. Sebab, menurutnya, Teheran memang ingin Houthi terus menyerang Arab Saudi. Bahkan, ia menyebut Iran dan Houthi sengaja bertukar strategi untuk menyerang Riyadh.

    "Hubungan intelijen antara Iran dan Houthi sebagai sangat sangat kuat di tingkat operasional. Iran memiliki kepentingan besar dalam keberhasilan Houthi. Hal itu merugikan Arab Saudi. Hal itu menaikkan harga minyak. Oleh karena itu, ada kepentingan strategis bersama yang tidak didasarkan pada hubungan klien-patron, tetapi pada kerja sama strategis,” kata Citrinowicz dilansir Jerusalem Post.

  2. 2. Arab Saudi sebelumnya juga memberi tuduhan serupa ke Iran

    Bendera Arab Saudi sedang berkibar.
    potret bendera Arab Saudi (pexels.com/aboodi vesakaran)

    Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi juga melontarkan tuduhan serupa ke Iran. Dalam pernyataannya pada Kamis (15/10/2026) lalu, Wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi bidang Diplomasi Publik, Rayed Krimly, mengatakan, Iran selama ini telah mendukung serangan Houthi ke wilayahnya. Caranya adalah dengan memasok senjata dan melatih semua pasukan milisi tersebut.

    "Iran terus mempersenjatai, melatih, dan mendukung milisi Houthi yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. Kami berpendapat bahwa eskalasi yang dilakukan oleh Houthi pada tahap terbaru konflik ini didorong oleh Iran," jelas Krimly dilansir The New Arab.

  3. 3. Iran membantah terlibat dalam serangan Houthi ke Arab Saudi

    Esmaeil Baghaei sedang berpidato.
    potret Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei (commons.wikimedia.org/Foad Ashtari)

    Namun, Iran membantah semua tuduhan tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismaeil Baghaei, mengatakan bahwa Iran sama sekali tidak terlibat dalam peningkatan serangan Houthi ke Arab Saudi selama beberapa hari terakhir ini. Sebab, ia menyebut Houthi bertindak sendiri dalam melakukan serangan tersebut.

    "Houthi adalah aktor yang sepenuhnya independen yang membuat keputusan berdasarkan kepentingan mereka sendiri," jelas Baghaei.

    Terlepas dari bantahan tersebut, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) justru memuji peningkatan serangan Houthi ke Arab Saudi. Inilah yang akhirnya memunculkan dugaan bahwa Iran terlibat dalam upaya Houthi untuk menggempur Riyadh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More