Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Israel Bersiap untuk Kembali Serang Fasilitas Energi Iran
jet F-35I milik Israel. (commons.wikimedia.org/U.S Air Force)
  • Israel bersama AS menyiapkan serangan baru ke fasilitas energi Iran jika gencatan senjata gagal diperpanjang, di tengah mandeknya diplomasi antara Washington dan Teheran.
  • AS memperburuk ketegangan dengan menyita kapal kargo Iran di Teluk Oman, memicu ancaman balasan dari militer Iran yang menilai tindakan itu sebagai pembajakan bersenjata.
  • Iran menutup kembali Selat Hormuz sebagai respons atas blokade AS, mengancam jalur vital energi dunia dan meningkatkan risiko krisis global jika konflik terus berlanjut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Israel dikabarkan tengah menyusun persiapan untuk kembali melancarkan serangan militer ke fasilitas energi Iran. Rencana ini dikoordinasikan bersama Amerika Serikat (AS) sebagai antisipasi jika gencatan senjata gagal diperpanjang pada Rabu (22/4/2026).

Laporan dari media Israel, Maariv, menyebutkan bahwa target serangan kemungkinan mencakup berbagai fasilitas energi utama. Ketegangan di kawasan meningkat di tengah mandeknya upaya diplomasi antara Washington dan Teheran di Islamabad, Pakistan.

1. Trump juga ancam serang Iran lagi

Presiden AS, Donald Trump (The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)

Senada dengan Israel, Presiden AS Donald Trump juga kembali mengancam akan menghancurkan infrastruktur vital Iran jika mereka menolak kesepakatan damai. Ia menyatakan pihaknya siap menargetkan seluruh pembangkit listrik dan jembatan di Iran.

"Kami menawarkan kesepakatan damai yang sangat adil dan masuk akal, dan saya harap mereka menerimanya karena jika tidak, AS akan melumpuhkan setiap pembangkit listrik dan setiap jembatan di Iran," kata Trump, dilansir The New Arab.

Sebelumnya, Israel telah menyerang fasilitas energi Iran, termasuk ladang gas South Pars. Pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr juga telah diserang empat kali sejak awal perang.

Demi mendorong proses negosiasi, Trump telah mengutus delegasi yang dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance ke Islamabad. Namun, pihak Iran justru enggan melanjutkan perundingan karena menganggap blokade laut AS sebagai pelanggaran atas gencatan senjata.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan masih terdapat perbedaan pendapat yang mencolok antara kedua belah pihak. Teheran juga menolak tuntutan Washington untuk segera menyerahkan ratusan kilogram cadangan uranium mereka.

2. AS sita kapal kargo Iran di Teluk Oman

ilustrasi kapal kargo (unsplash.com/Ian Taylor)

Ketegangan meningkat setelah AS menyita kapal kargo berbendera Iran, Touska, di Teluk Oman. Kapal tersebut dihentikan secara paksa karena dituding sengaja mencoba menembus blokade laut AS.

Angkatan Laut AS dilaporkan menembak ruang mesin kapal Touska setelah peringatan mereka diabaikan oleh kru selama berjam-jam. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengklaim serangan tersebut dilakukan secara profesional untuk memastikan kepatuhan terhadap sanksi.

Penyitaan Touska memicu kemarahan dari petinggi militer Iran. Mereka menuduh armada laut AS telah melakukan aksi pembajakan bersenjata yang merusak potensi perdamaian.

"Kami memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan segera merespons dan membalas aksi pembajakan bersenjata oleh militer AS ini," ujar juru bicara militer Iran, dilansir Al Jazeera.

3. Selat Hormuz kembali ditutup di tengah ketegangan

kapal di Selat Hormuz (MC2 Indra Beaufort, Public domain, via Wikimedia Commons)

Merespons ketegangan, otoritas Iran memutuskan untuk kembali menutup akses Selat Hormuz. Aksi ini diambil untuk membalas blokade AS atas pelabuhan Iran.

Jalur pelayaran Selat Hormuz sangat penting karena dilalui hingga 20 persen pasokan minyak dan gas dunia. Ghalibaf memperingatkan, kapal dari negara mana pun tidak akan diizinkan melintas selama kapal Iran masih diblokade oleh AS.

Garda Revolusi Iran (IRGC) bahkan dilaporkan melepaskan tembakan ke sebuah kapal tanker yang melintas. Di sisi lain, armada AS tercatat telah memaksa puluhan kapal komersial untuk berputar arah demi menegakkan blokade mereka.

Runtuhnya gencatan senjata dikhawatirkan akan memperburuk krisis energi global. Kegagalan negosiasi berisiko memulai kembali konflik terbuka yang telah menewaskan lebih dari 3 ribu orang di Iran.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team