Iran Tolak Negosiasi Tahap Dua dengan AS, Perang Terancam Berlanjut

- Iran menolak negosiasi perdamaian tahap kedua dengan AS karena menilai tuntutan Washington berlebihan dan blokade laut melanggar gencatan senjata.
- AS mengancam akan melanjutkan perang serta menyerang infrastruktur energi Iran jika negara itu tetap menolak kesepakatan damai sebelum gencatan senjata berakhir.
- Negosiasi tahap pertama di Pakistan gagal total karena Iran menolak syarat AS untuk menghentikan program pengembangan senjata nuklirnya.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran dikabarkan telah menolak negosiasi perdamaian tahap kedua dengan Amerika Serikat. Kabar tersebut termuat dalam laporan media Iran, IRNA, yang dirilis pada Minggu (19/4/2026).
Menurut IRNA, Iran menolak negosiasi perdamaian lanjutan dengan AS karena mereka tidak kooperatif. Sebab, AS kerap kali membuat klaim palsu soal Iran dan memberikan syarat perdamaian yang dinilai hanya menguntungkan satu pihak.
“Iran menyatakan bahwa ketidakhadirannya dalam putaran kedua pembicaraan tersebut disebabkan oleh apa yang disebutnya sebagai tuntutan berlebihan Washington, harapan yang tidak realistis, perubahan sikap yang terus-menerus, kontradiksi yang berulang, dan blokade angkatan laut yang sedang berlangsung, yang dianggapnya sebagai pelanggaran gencatan senjata,” demikian bunyi laporan IRNA.
1. AS siap melanjutkan perang jika Iran tidak sepakat damai

Penolakan Iran ini membuat perang dengan AS terancam berlanjut. Sebab, gencatan senjata antara kedua negara bakal berakhir pada Rabu (22/4/2026) mendatang. Terlebih, beberapa waktu lalu, AS menegaskan siap melanjutkan perang jika Iran tidak mau bernegosiasi dan menyepakati perdamaian.
“Jika Iran membuat pilihan yang buruk (tidak menyepakati perdamaian dengan AS), maka mereka akan menghadapi blokade dan pengeboman terhadap infrastruktur, listrik, dan energi,” ujar Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, dilansir Jerusalem Post.
Dalam pernyataannya, Hegseth menambahkan, jika perang kembali meletus, AS akan berupaya menguasai Selat Hormuz secara penuh. Selain itu, AS juga akan menyerang semua infrastruktur energi yang dimiliki Iran. Langkah tersebut bertujuan untuk menghancurkan kekuatan Iran dari dasar sehingga mereka kalah dan bersedia untuk berdamai dengan AS.
2. Negosiasi perdamaian kedua AS-Iran awalnya bakal digelar pekan lalu

Awalnya, negosiasi perdamaian tahap kedua antara AS dan Iran dikabarkan bakal digelar di Islamabad, Pakistan, pada Kamis (16/4/2026) waktu AS atau Jumat (17/4/2026) waktu Indonesia pekan lalu. Namun, rencana tersebut urung terjadi. Sebab, menurut Kementerian Luar Negeri Pakistan, AS dan Iran kini masih menentukan waktu yang tempat untuk bertemu.
“Siapa yang akan datang, seberapa besar delegasinya, siapa yang akan tinggal, dan siapa yang akan pergi, itu terserah pihak-pihak yang terlibat untuk memutuskan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Tahir Andrabi, kepada wartawan di Islamabad dilansir Al Jazeera.
3. Negosiasi perdamaian tahap pertama sempat gagal total

Sebelumnya, AS dan Iran sudah menghelat negosiasi damai tahap pertama di Pakistan pada 11 April lalu. Sayangnya, negosiasi yang berjalan selama 21 jam itu berakhir nihil tanpa kesepakatan berarti.
Dalam pernyataannya, Wakil Presiden AS, JD Vance, mengatakan, gagalnya negosiasi di Pakistan disebabkan Iran tidak mau menyetujui syarat perdamaian yang diberikan AS. Padahal, jika Iran setuju dengan syarat tersebut, kesepakatan perdamaian kemungkinan besar bisa diraih.
Jadi, jika ingin berdamai, AS meminta Iran untuk menyetop program pengembangan senjata nuklir mereka. Sebab, program senjata nuklir dianggap mengganggu stabilitas keamanan dunia, khususnya di Timur Tengah. Namun, Iran memutuskan untuk menolak syarat tersebut.


















