Jakarta, IDN Times - Israel menolak masuk seorang jurnalis Prancis dan mendeportasinya atas kritik terhadap perang genosida Israel di Jalur Gaza. Keputusan ini mendapat kecaman dari Kedutaan Besar Prancis di Israel.
Menurut Kementerian Urusan Diaspora dan Pemberantasan Antisemitisme, Alice Froussard tiba di Israel untuk bekerja pada Kamis (11/6/2026) pagi, tapi kemudian dicegat dan diterbangkan kembali ke Prancis. Kementerian tersebut menuduh Froussard telah membuat serangkaian pernyataan yang dianggap bermusuhan terhadap Israel, termasuk menggambarkan operasi militer di Gaza sebagai pembantaian dan menuduh Israel menerapkan apartheid.
“Dengan senang hati saya mengumumkan bahwa Alice Froussard, jurnalis Prancis yang pro-Hamas dan meyakini bahwa pembantaian 7 Oktober harus dilihat dalam konteks tertentu, sedang meninggalkan Bandara Ben Gurion untuk kembali ke Paris,” tulis Menteri Urusan Diaspora dan Pemberantasan Antisemitisme, Amichai Chikli, di media sosial X.
