Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Israel Hentikan Pengiriman Barang Komersial ke Gaza karena Hamas
ilustrasi kondisi Gaza (unsplash.com/Emad El Byed)
  • Israel menyatakan barang komersial tidak masuk Gaza selama dua hari setelah pedagang menghentikan koordinasi, yang menurut COGAT dipicu tuntutan Hamas atas biaya per truk dan penjualan tunai.
  • Penghentian pengiriman mengancam akses pangan serta kebutuhan penting menjelang musim dingin. Pekerja kemanusiaan menilai bantuan dan pasar komersial diperlukan bersama-sama untuk menjaga harga tetap terkendali.
  • Hamas membantah memungut pajak, sementara serikat pengusaha truk Gaza menyebut penghentian murni keputusan Israel. Serikat juga mengatakan jumlah truk masuk sekitar 300 per hari, bukan 600.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Otoritas Israel mengonfirmasi bahwa tidak ada barang komersial yang masuk ke Jalur Gaza selama dua hari terakhir usai pihaknya melakukan penghentian. Pada Kamis (16/10/2026), pihaknya menyebut penghentian tersebut terjadi karena kemarahan para pedagang akibat pajak yang diberlakukan oleh Hamas.

Badan di bawah Kementerian Pertahanan Israel, COGAT, mengatakan bahwa para pedagang telah menghentikan koordinasi untuk memasukkan barang ke Gaza hingga waktu yang tak ditentukan. Penghentian itu terjadi menyusul apa yang mereka sebut sebagai tindakan pemaksaan oleh Hamas, dikutip dari Al Jazeera.

Menurut COGAT, Hamas menuntut para pedagang untuk membayar sekitar 10.000 shekel (setara Rp58 juta) untuk setiap truk yang masuk, serta mengharuskan pedagang menjual sekitar 30 persen dagangannya secara tunai. Badan itu juga menyebut aparat keamanan Hamas telah menangkap putra seorang pedagang yang menolak untuk memenuhi tuntutan tersebut.

1. Pasokan barang komersial diperlukan untuk hadapi musim dingin

Pengungsian paksa warga di Jalur Gaza. (Jaber Jehad Badwan, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Penghentian pengiriman barang komersial ke Gaza akan memutus akses terhadap sumber pangan serta berbagai kebutuhan penting lainnya. Hal itu terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai pengadaan pasokan yang diperlukan untuk bertahan selama musim dingin di wilayah kantong Palestina tersebut.

Sebagai informasi, para pedagang di Gaza selama ini berkoordinasi langsung dengan pemasok di luar wilayah kantong Palestina. Pengiriman barang kemudian diperiksa oleh militer Israel sebelum diizinkan masuk ke Gaza, dikutip The Straits Times.

Penangguhan ini memicu kekhawatiran terkait keterjangkauan harga. Para pekerja kemanusiaan menyatakan bahwa kombinasi antara bantuan dan pasar komersial yang berjalan dengan baik sangat diperlukan untuk menjaga agar harga tetap terkendali.

2. Hamas bantah tuduhan bebankan biaya ke truk-truk komersial

Pemimpin Hamas, Khalil al-Hayya. (Khamenei.ir, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Hamas secara tegas membantah telah membebankan pajak atau biaya pemerintah terhadap truk-truk komersial. Milisi perlawanan Palestina itu mengaku tidak pernah memungut pajak atau biaya apa pun atas kegiatan komersial selama tiga tahun terakhir, mengingat kondisi kemanusiaan dan ekonomi di Gaza.

Menurut Hamas, angka 10.000 shekel merupakan inisiatif yang dibayarkan secara sukarela oleh para pelaku usaha di Gaza untuk menyumbangkan dana bagi proyek-proyek bantuan pemerintah. Sementara itu, pihaknya mengklaim bahwa persyaratan transaksi dalam bentuk tunai bertujuan memasukkan likuiditas tunai ke wilayah kantong Palestina tersebut.

Menurut COGAT, sektor swasta mencakup sekitar separuh dari total truk yang masuk ke Gaza setiap minggunya. Badan itu menegaskan bahwa pihak yang menghentikan koordinasi bukanlah Israel, melainkan para pedagang itu sendiri.

3. Serikat pengusaha truk Gaza klaim penghentian murni keputusan Israel

ilustrasi bendera Israel (pexels.com/Oren Noam Gilor)

Ketua serikat pengusaha truk swasta di Gaza, Nahed Sheheiber, membantah klaim Israel terkait permintaan pedagang untuk menghentikan pengiriman. Sheheiber mengatakan bahwa keputusan tersebut murni diambil oleh Tel Aviv, mengutip ABC News.

Serikat yang dipimpin Sheheiber telah bertemu dengan Kementerian Ekonomi Gaza untuk menyampaikan kekhawatiran mereka. Pihaknya menyebut bahwa Israel menggunakan pungutan yang ditetapkan oleh kementerian tersebut sebagai dalih untuk menghentikan masuknya barang-barang komersial.

Berdasarkan perjanjian yang ditengahi oleh AS, Israel berkewajiban untuk mengizinkan setidaknya 600 truk yang membawa bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza setiap harinya. Namun, Sheheiber mengatakan jumlah truk yang masuk ke Gaza lebih mendekati 300 truk, dengan dua pertiganya mengangkut barang-barang komersial.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article