Jakarta, IDN Times - Otoritas Israel mengonfirmasi bahwa tidak ada barang komersial yang masuk ke Jalur Gaza selama dua hari terakhir usai pihaknya melakukan penghentian. Pada Kamis (16/10/2026), pihaknya menyebut penghentian tersebut terjadi karena kemarahan para pedagang akibat pajak yang diberlakukan oleh Hamas.
Badan di bawah Kementerian Pertahanan Israel, COGAT, mengatakan bahwa para pedagang telah menghentikan koordinasi untuk memasukkan barang ke Gaza hingga waktu yang tak ditentukan. Penghentian itu terjadi menyusul apa yang mereka sebut sebagai tindakan pemaksaan oleh Hamas, dikutip dari Al Jazeera.
Menurut COGAT, Hamas menuntut para pedagang untuk membayar sekitar 10.000 shekel (setara Rp58 juta) untuk setiap truk yang masuk, serta mengharuskan pedagang menjual sekitar 30 persen dagangannya secara tunai. Badan itu juga menyebut aparat keamanan Hamas telah menangkap putra seorang pedagang yang menolak untuk memenuhi tuntutan tersebut.
