Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ditolak Israel, Pembangunan Pos Pasukan Perdamaian Gaza Tertunda

3 min read
Ditolak Israel, Pembangunan Pos Pasukan Perdamaian Gaza Tertunda
potret Kota Rafah, Jalur Gaza, Palestina (commons.wikimedia.org/Freedom's Falcon)
  • Pembangunan pos Pasukan Stabilitas Internasional di Gaza tertunda karena Israel belum menyetujui kontrak yang diajukan Dewan Perdamaian Gaza sejak Agustus.
  • Israel masih menutup seluruh akses ke Gaza, sehingga kontraktor tidak dapat membangun pos yang diperlukan sebelum 150 personel ISF, termasuk dari Indonesia, ditugaskan.
  • Arkel International direncanakan membangun pos ISF; tanpa persetujuan Israel, keamanan, pengiriman material, utilitas dasar, dan proyek rekonstruksi Gaza belum dapat berjalan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pembangunan pos pasukan perdamaian Gaza dikabarkan kembali tertunda. Hal ini karena Israel hingga saat ini belum menyetujui pembangunan pos tersebut. Pos tersebut nantinya akan digunakan oleh Pasukan Stabilitas Internasional (ISF), pasukan perdamaian baru yang akan mengontrol keamanan di Gaza.

Menurut keterangan seorang sumber rahasia kepada The Guardian pada Rabu (14/10/2026), pembangunan pos untuk ISF ini termasuk ke dalam salah satu kontrak rencana rekonstruksi Gaza yang digagas oleh Dewan Perdamaian (BoP) Gaza. Kontrak ini sudah diajukan sejak Agustus lalu, tetapi belum disetujui Tel Aviv hingga saat ini. 

  1. 1. Israel masih menutup seluruh akses ke Gaza

    Sejumlah bangunan di Jalur Gaza hancur akibat serangan Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
    Sejumlah bangunan di Jalur Gaza hancur akibat serangan Pasukan Pertahanan Israel (IDF). (unsplash.com/Emad El Byed)

    Sumber tersebut menambahkan, Israel hingga saat ini masih menutup semua akses ke Gaza. Hal ini membuat para kontraktor yang ingin membangun pos militer untuk ISF tidak bisa memasuki wilayah tersebut. Padahal, pembangunan pos militer ini sangat krusial agar seluruh pasukan ISF bisa segera ditugaskan untuk mengamankan Gaza.

    ISF sendiri merupakan pasukan perdamaian yang menggantikan posisi Hamas di Gaza. Sebab, kekuasaan Hamas di wilayah itu sudah dibubarkan pada Juli lalu. Saat ini, kekuasaan di Gaza sudah diambil alih oleh komite yang dibentuk BoP bernama Committee for the Administration of Gaza (NCAG). 

  2. 2. Pembangunan pos pasukan ISF akan dilakukan oleh perusahaan AS

    Bendera Amerika Serikat sedang berkibar.
    potret bendera Amerika Serikat (pexels.com/Renan Tagliaferro)

    Berdasarkan kontrak yang diusulkan BoP ke Israel dua bulan lalu, pembangunan pos pasukan ISF di Gaza akan dilakukan oleh Arkel International. Dilansir Jerusalem Post, Arkel International merupakan salah satu perusahaan kontraktor terkemuka di AS yang berbasis di Louisiana.

    Pos militer tersebut nantinya akan ditempati oleh 150 pasukan ISF yang berasal dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Semua pasukan tersebut nantinya akan bertugas untuk melindungi Gaza dari ancaman militer agar proses rekonstruksi di wilayah tersebut berjalan dengan lancar.

  3. 3. Rencana rekonstruksi Gaza bisa terancam jika Israel tidak menyetujui kontrak BoP

    Sebuah bangunan di Jalur Gaza hancur akibat serangan Israel.
    Sebuah bangunan di Jalur Gaza hancur akibat serangan Israel. (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)

    Sumber tadi menambahkan, rencana rekonstruksi Gaza bisa gagal jika Israel tidak kunjung menyetujui kontrak pembangunan pos ISF yang diajukan BoP. Sebab, sebelum proses rekonstruksi lainnya dilakukan, BoP harus terlebih dahulu membangun pos militer untuk ISF. Setelah itu, barulah BoP bisa melanjutkan proyek pembangunan lainnya. 

    “Anda tidak bisa masuk tanpa Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF). Anda tidak bisa membangun kembali. Tidak ada keamanan. Tidak ada pengiriman peralatan konstruksi. Bahkan, Anda tidak bisa mulai memasang utilitas. Anda tidak bisa mulai memasang fasilitas pendukung kehidupan dasar karena tanpa ISF Anda tidak bisa masuk,” jelas sumber tersebut.

    Kendati demikian, sumber itu mengatakan bahwa BoP yakin Pemerintah Israel akan mengizinkan pembangunan pos militer setelah pemilihan umum (pemilu). Pemilu Israel sendiri akan dihelat pada 27 Oktober mendatang.   

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More