Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Israel Mata-matai Guru Palestina yang Kecam Serangan ke Gaza
ilustrasi guru di Palestina (pexels.com/Ahmed akacha)
  • Investigasi Haaretz mengungkap Kementerian Pendidikan Israel membentuk Incitement Committee untuk memantau guru Palestina yang mengkritik serangan ke Gaza melalui aktivitas media sosial mereka.
  • Sejak 2023, badan tersebut telah memata-matai sekitar 160 guru Palestina dan juga sejumlah guru Yahudi di Israel guna memastikan tidak ada kritik terhadap serangan ke Gaza.
  • Salah satu guru Israel, Yaron Avni, dipanggil setelah unggahannya dikritik sebagai provokatif; ia menilai tindakan pemerintah membatasi kebebasan berpendapat warga negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Israel disebut telah memata-matai sejumlah guru di Palestina yang mengecam serangan ke Gaza. Klaim itu termuat dalam laporan Haaretz, seperti dikutip The New Arab pada Sabtu (23/5/2026).

Hasil investigasi yang dilakukan Haaretz selama beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa Kementerian Pendidikan Israel telah mengoperasikan badan pengawas rahasia bernama Incitement Committee. Badan tersebut dibentuk untuk memantau pernyataan guru-guru Palestina yang mengkritik serangan ke Gaza. Mereka melakukan aksi itu dengan cara memantau media sosial milik guru Palestina. 

1. Incitement Committee telah memantau 160 guru Palestina sejak 2023

ilustrasi guru di Palestina (pexels.com/Ahmed akacha)

Saat melakukan pemantauan, Incitement Committee akan mencari pernyataan politik guru-guru di Palestina yang mengecam serangan Israel ke Gaza. Selain itu, badan tersebut juga akan mencari pernyataan yang mendukung atau menyebarluaskan keluh kesah warga Gaza akibat serangan Israel. Setelah itu, mereka akan menentukan hukuman untuk guru-guru tersebut.

Dalam laporannya, Haaretz menyebut bahwa Incitement Committee telah melakukan pemantauan terhadap setidaknya 160 guru yang ada di Palestina. Pemantauan tersebut bukan dilakukan baru-baru ini, melainkan sejak Israel kembali menginvasi Palestina pada 2023 silam.

2. Incitement Committee juga memata-matai guru di Israel

potret bendera Israel (pexels.com/Oren Noam Gilor)

Selain memata-matai guru-guru di Palestina, Incitement Committee juga memata-matai guru Yahudi yang bekerja di Israel. Langkah ini dilakukan guna memastikan semua umat Yahudi di Israel tidak ada yang mengecam serangan ke Gaza. Sebab, mayoritas umat Yahudi di Israel dan di seluruh dunia mendukung serangan tersebut. 

Salah satu guru Israel yang terciduk melakukan kritik terhadap serangan Israel ke Gaza adalah Yaron Avni. Avni merupakan seorang guru yang bertugas di Hod Hasharon, Israel. Hasil penyelidikan Incitement Committee menunjukkan bahwa Avni kerap mengunggah ujaran kebencian terhadap Israel yang telah menyerang Gaza di akun Facebook miliknya. Dalam unggahan tersebut, Incitement Committee juga menemukan pesan-pesan provokasi yang mengajak warga Israel berdemo untuk memprotes serangan ke Gaza. 

3. Avni memprotes aksi mata-mata yang dilakukan Israel

ilustrasi mata-mata (unsplash.com/Sergiu Nista)

Setelah terciduk pernah mengunggah kritik terhadap pemerintah, Avni lantas dipanggil oleh Kementerian Pendidikan Israel untuk dimintai keterangan. Kala itu, Avni merasa sangat geram. Sebab, sebagai rakyat biasa, ia merasa Israel telah melarangnya untuk menyuarakan pendapat soal serangan ke Gaza. Padahal, menurutnya, itu adalah tindakan yang legal dan tidak melanggar hukum.

"Sebelum menjadi guru, saya adalah seorang warga negara. Saya merasa perlu untuk mengungkapkan kemarahan saya tentang apa yang terjadi di sini. Saya pikir itu sah. Mengkritik pemerintah masih legal," ungkap Avni. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article