Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

AS Desak Palestina Batalkan Pencalonan Wakil Presiden Majelis Umum PBB

AS Desak Palestina Batalkan Pencalonan Wakil Presiden Majelis Umum PBB
Duta Palestina untuk PBB Riyad Mansour (Fotografía oficial de la Presidencia de Colombia, Public domain, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Pemerintah AS mengancam mencabut visa delegasi Palestina di PBB jika Riyad Mansour tidak membatalkan pencalonannya sebagai wakil presiden Majelis Umum, menurut memo internal yang bocor.
  • Riyad Mansour sebelumnya pernah mencalonkan diri sebagai presiden Majelis Umum PBB namun mundur karena tekanan Washington, sementara pemilihan posisi baru dijadwalkan pada 2 Juni mendatang.
  • Ancaman pembatasan visa bukan hal baru, sebab tahun lalu AS menolak visa Mahmoud Abbas dan delegasinya, serta mengancam menahan pendapatan pajak penting bagi ekonomi Otoritas Palestina.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengancam akan mencabut visa delegasi Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Langkah ini akan diambil jika Duta Besar Palestina Riyad Mansour tidak membatalkan pencalonannya sebagai wakil presiden Majelis Umum PBB.

Ancaman tersebut terungkap dalam sebuah memo internal Departemen Luar Negeri AS yang bocor ke publik. Dokumen bertanggal 19 Mei 2026 ini menginstruksikan para diplomat AS di Yerusalem untuk segera menekan pejabat Palestina.

1. AS khawatir pencalonan Mansour menambah ketegangan

ilustrasi bendera Amerika Serikat. (unsplash.com/Brandon Mowinkel)
ilustrasi bendera Amerika Serikat. (unsplash.com/Brandon Mowinkel)

Memo tersebut memperingatkan bahwa konsekuensi akan menyusul jika Otoritas Palestina (PA) tidak menarik pencalonan itu. AS mengancam akan meninjau ulang keputusan September 2025 yang mencabut sanksi visa bagi pejabat Palestina di New York.

Posisi wakil presiden majelis memungkinkan Mansour memimpin sesi perdebatan tingkat tinggi terkait isu Timur Tengah. Mansour sendiri dikenal sebagai tokoh yang sangat kritis terhadap pemerintah Israel. AS khawatir pencalonan Mansour dapat mengganggu rencana perdamaian Gaza yang diusung oleh Presiden AS Donald Trump.

"Kami menanggapi dengan serius kewajiban kami berdasarkan Perjanjian Markas Besar PBB. Karena kerahasiaan catatan visa, kami tidak mengomentari tindakan terkait kasus tertentu," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS saat ditanyai media NPR mengenai rumor ini.

2. Mansour pernah mencalonkan diri sebagai presiden Majelis Umum PBB

bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) (Makaristos, Public domain, via Wikimedia Commons)

Pemilihan presiden Majelis Umum PBB dan 16 posisi wakil presiden akan digelar pada 2 Juni mendatang. Palestina maju sebagai salah satu dari empat delegasi dalam kelompok kawasan Asia-Pasifik.

Saat ini Palestina berstatus sebagai negara pengamat di lembaga internasional tersebut. Status ini membuat mereka tidak memiliki hak suara di majelis yang beranggotakan 193 negara itu.

Riyad Mansour sebenarnya pernah mencalonkan diri sebagai presiden Majelis Umum PBB pada Februari lalu. Ia akhirnya mundur dari pencalonan tersebut setelah menerima tekanan dari Washington.

"Sejak awal, pengajuan pencalonan ini merupakan upaya mengubah Majelis Umum PBB menjadi sirkus politik melawan Israel. Delegasi Palestina seharusnya mulai berfokus pada penghentian hasutan terorisme dan reformasi Otoritas Palestina," ujar Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon.

3. AS sudah pernah menolak visa delegasi Palestina

Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas. (Kremlin.ru, CC BY 4.0 , via Wikimedia Commons)
Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas. (Kremlin.ru, CC BY 4.0 , via Wikimedia Commons)

Ancaman penolakan visa oleh Washington bagi pejabat Palestina bukanlah hal baru. Tahun lalu, AS menolak memberikan visa bagi Presiden PA Mahmoud Abbas beserta 80 delegasi lainnya.

Dokumen rahasia yang bocor itu juga memuat ancaman penahanan pendapatan pajak dan bea cukai. Dana ini sangat penting karena menyumbang 60 persen dari total pendapatan ekonomi PA.

Mantan diplomat AS Hady Amr menilai ancaman pembatasan visa ini sangat jarang terjadi dan tidak produktif.

"Langkah ini sangat kontraproduktif karena Anda membutuhkan diplomat untuk menyelesaikan masalah antarnegara. Mengusir diplomat tidak hanya merusak kemampuan mereka, tetapi juga kemampuan AS," tutur Amr.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More